Banjir Rendam 219 KK dan Fasilitas Publik di Kabupaten OKU Akibat Hujan Deras
Banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Akibat Hujan Intensitas Tinggi
Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, kembali dilanda bencana banjir pada Rabu, 5 Maret 2025. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut selama dua jam, dari pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB, mengakibatkan genangan air yang signifikan di beberapa wilayah, khususnya di Kecamatan Baturaja Timur. Sebanyak 219 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir ini, bersama sejumlah fasilitas publik dan pendidikan yang turut terendam.
Berdasarkan laporan Kepala Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Gunalfi, banjir melanda lima desa dan kelurahan. Sistem drainase yang dinilai tidak mampu menampung debit air yang tinggi menjadi penyebab utama meluapnya air ke pemukiman warga dan fasilitas umum. Ketinggian air bervariasi, berkisar antara 30 sentimeter hingga satu meter. Kondisi ini menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp 279 juta.
Berikut rincian jumlah KK yang terdampak di masing-masing wilayah:
- Desa Tanjung Kemala: 49 KK
- Kelurahan Sukajadi: 150 KK
- Kelurahan Sukaraya: 10 KK
- Kelurahan Sekar Jaya: 10 KK
- Kelurahan Tanjung Baru: Jumlah KK terdampak tidak disebutkan secara spesifik dalam laporan, namun dilaporkan genangan air mencapai setinggi paha orang dewasa di wilayah ini.
Selain rumah warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas penting. Di Kelurahan Sukaraya, tiga ruang kelas di sekolah Al Ma'arif dan Kantor Urusan Agama (KUA) turut terendam. Di Kelurahan Tanjung Baru, akses jalan utama terendam hingga ketinggian yang membahayakan.
Tim BPBD OKU bersama tim satgas bencana telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assesmen, membantu evakuasi jika diperlukan, dan menyelamatkan barang-barang berharga milik warga yang terdampak. Meskipun kondisi banjir telah berangsur surut, hujan yang kembali mengguyur wilayah OKU pada Kamis pagi pukul 05.00 WIB, mengakibatkan beberapa titik masih tergenang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi banjir susulan.
BPBD OKU tengah melakukan pendataan lebih lanjut terkait dampak kerugian yang ditimbulkan dan melakukan upaya pencegahan banjir di masa mendatang. Perbaikan infrastruktur drainase dan sistem peringatan dini menjadi fokus utama dalam upaya mitigasi bencana serupa.