Gempa Bogor M 4,1 Guncang dan Timbulkan Dentuman Misterius: Analisis BMKG Ungkap Fakta di Baliknya
Gempa Dangkal Bogor: Dentuman Misterius dan Kerusakan Ringan Terungkap
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,1 mengguncang Bogor dan sekitarnya pada Jumat, 11 April 2025, sekitar pukul 22.16 WIB. Guncangan yang berpusat di darat, tepatnya 2 km tenggara Kota Bogor, Jawa Barat ini terasa kuat hingga menimbulkan suara dentuman misterius yang membingungkan warga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera melakukan analisis mendalam untuk mengungkap penyebab suara aneh tersebut dan mengidentifikasi sumber gempa.
Gempa dangkal dengan kedalaman hiposenter hanya 5 km ini menimbulkan kerusakan ringan pada sejumlah bangunan di Kota Bogor. Data dari Bidang Ops Tagana Kota Bogor mencatat kerusakan berupa atap ambruk, dinding retak, hingga rumah ambruk di beberapa kelurahan seperti Muarasari, Bondongan, Rancamaya, Bojong Kerta, Pasir Jaya, Cilendek Timur, Gudang, Kedung Waringin, Menteng, Panaragan, Empang, Cikaret, dan Sindang Sari. Bahkan, atap genteng bangunan sekolah BAIS di Kelurahan Menteng juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Rincian Kerusakan Akibat Gempa Bogor:
Berikut adalah rincian kerusakan yang dilaporkan:
- Atap rumah ambruk: RT 01/08 Kelurahan Muarasari, Bogor Selatan; Cimanggu Poncol RT 05/08 Kelurahan Cilendek Timur, Bogor Barat; genteng bangunan sekolah BAIS RW 06 Kelurahan Menteng, Bogor Barat.
- Rumah retak: RT 02/05 Kelurahan Bondongan, Bogor Selatan; RT 02/03 Kelurahan Pasir Jaya, Bogor Barat; RT 04/08 Kelurahan Gudang, Bogor Tengah; Cimanggu Pesantren RT 03/06 Kelurahan Kedung Waringin, Tanah Sereal; Jalan Menteng RT 03/02 Kelurahan Menteng, Bogor Barat; RT 01 RW 06 Panaragan Kecamatan Bogor Tengah; Jalan Layung Sari RT 04/19 Kelurahan Empang, Bogor Selatan; Gang Kosasih RT 06/08 Kelurahan Cikaret, Bogor Selatan; RT 02/12 Kelurahan Gudang, Bogor Tengah; RT 02/11 Kelurahan Menteng, Bogor Barat; Wangun RT 06/01 Kelurahan Sindang Sari, Bogor Timur; BLK Bumi Menteng Asri RT 02/11 Kelurahan Menteng, Bogor.
- Rumah ambruk: RT 02/01 Kelurahan Rancamaya, Bogor Selatan; RT 02/03 Kelurahan Bojong Kerta, Bogor Selatan.
Analisis BMKG: Sesar Citarik dan Gelombang Frekuensi Tinggi
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan gempa Bogor disebabkan oleh aktivitas Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip). Sesar Citarik merupakan sesar aktif yang memanjang dari Pelabuhanratu hingga Bekasi.
"Pembangkit Gempa Bogor diduga kuat adalah Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip) sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG," ungkap Daryono.
Bukti bahwa gempa Bogor merupakan gempa tektonik terlihat dari bentuk gelombang gempa hasil catatan sensor seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko). Gelombang S (Shear) yang kuat dengan komponen frekuensi tinggi menjadi ciri khas gempa tektonik yang terjadi akibat patahan batuan dan pelepasan energi.
Mengenai suara dentuman yang menyertai gempa, Daryono menjelaskan bahwa suara tersebut muncul karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan. Hal ini juga menjadi bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter yang sangat dangkal.
"Semua gempa sangat dangkal disertai dengan suara ledakan, dentuman dan gemuruh (Very shallow earthquakes can produce rumbling or booming sounds that people can hear if they are close by. These sounds are caused by high-frequency vibrations from the earthquake)," jelas Daryono.
Gempa Susulan dan Aktivitas Sesar Citarik
Gempa bumi ini dirasakan di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Depok dengan Skala Intensitas III-IV MMI. Hingga pukul 06.00 WIB, BMKG mencatat terjadi 4 kali gempa susulan dengan magnitudo antara 1,6 hingga 1,9.
Sesar Citarik sendiri memiliki orientasi utara timur laut-selatan barat daya dan diperkirakan telah aktif sejak belasan juta tahun lalu. Menurut jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral berjudul "Dinamika Sesar Citarik" oleh Sidarto, sesar ini dicirikan oleh kelurusan Sungai Citarik dan merupakan sesar aktif secara transtensional sejak periode tektonik Miosen Tengah. Pada periode tektonik Plio-Plistosen dan Kuarter, Sesar Citarik menjadi sesar mendatar mengiri dengan kemiringan ke arah barat laut. Sesar ini memotong Pulau Jawa bagian barat, memanjang dari Samudera Hindia hingga Laut Jawa.
Penelitian lebih lanjut terus dilakukan untuk memahami lebih dalam karakteristik dan potensi bahaya dari Sesar Citarik serta dampaknya terhadap wilayah Bogor dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.