Aktivitas Sesar Citarik Picu Gempa Bogor: Analisis dan Potensi Bahaya
Gempa Bogor Guncang, Sesar Citarik Diduga Jadi Pemicu
Kota Bogor, Jawa Barat, diguncang gempa dengan magnitudo 4,1 pada Kamis, 10 Mei lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi Sesar Citarik sebagai sumber gempa bumi tektonik tersebut. Analisis menunjukkan mekanisme pergeseran mendatar (strike-slip) sebagai karakteristik utama gempa ini.
Menurut keterangan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, episenter gempa Bogor berlokasi di sepanjang jalur Sesar Citarik. Bukti tektonik diperkuat oleh rekaman sensor seismik yang menunjukkan gelombang S (Shear) dengan frekuensi tinggi.
Gempa tersebut dirasakan di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok, dengan skala intensitas III-IV MMI. Dampaknya meliputi kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah warga di Kota Bogor.
Fenomena Dentuman Saat Gempa: Penjelasan Ilmiah
Selain getaran, warga juga melaporkan mendengar suara dentuman keras saat gempa terjadi. BMKG menjelaskan bahwa suara gemuruh dan dentuman yang menyertai gempa dangkal adalah fenomena yang wajar.
"Suara tersebut muncul karena getaran frekuensi tinggi dekat permukaan, sekaligus sebagai bukti bahwa gempa yang terjadi memiliki kedalaman hiposenter sangat dangkal. Semua gempa sangat dangkal disertai dengan suara ledakan, dentuman dan gemuruh," ungkap Daryono.
Memahami Sesar Citarik: Karakteristik dan Sejarah Aktivitas
Sesar Citarik merupakan patahan geser yang membentang sepanjang sekitar 250 kilometer di Jawa Barat, melewati wilayah Pelabuhan Ratu, Bogor, dan Bekasi. Patahan ini adalah zona rekahan di kerak bumi di mana dua lempeng tektonik bergerak relatif satu sama lain.
Studi geologi menunjukkan bahwa Sesar Citarik telah aktif sejak periode Miosen Tengah, sekitar 15 juta tahun lalu. Awalnya, sesar ini bersifat transtensional, dengan pergerakan lempeng yang menjauh. Namun, sejak periode Plio-Pleistosen (sekitar 5 juta tahun lalu), Sesar Citarik berubah menjadi sesar geser kiri, di mana lempeng-lempeng bergeser horizontal secara berlawanan.
Segmentasi dan Potensi Seismik Sesar Citarik
Sesar Citarik terbagi menjadi tiga segmen utama: selatan, tengah, dan utara. Masing-masing segmen memiliki karakteristik dan potensi seismik yang berbeda.
- Segmen Selatan: Membentang dari Pelabuhan Ratu ke wilayah Bogor.
- Segmen Tengah: Melintasi wilayah Bogor dan sekitarnya.
- Segmen Utara: Mencapai wilayah Bekasi dan berdekatan dengan Jakarta.
Meskipun tidak tergolong sangat aktif, Sesar Citarik tercatat telah memicu beberapa gempa merusak, termasuk gempa pada Maret 2020 dan Desember 2023. Beberapa ahli geologi juga menduga keterkaitannya dengan gempa berkekuatan M 7,0 pada tahun 1833.
Ancaman Seismik dan Mitigasi Risiko
Keberadaan Sesar Citarik yang melintasi wilayah padat penduduk, termasuk kawasan metropolitan Jakarta, menimbulkan ancaman seismik yang signifikan. Kondisi tanah lunak di sekitar bagian utara sesar, seperti di Jakarta dan Bandung, dapat memperkuat guncangan gempa.
Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko gempa, memperkuat bangunan, dan mengembangkan sistem peringatan dini yang efektif. Pemetaan zona rawan gempa dan penerapan standar bangunan tahan gempa juga menjadi langkah krusial dalam mitigasi risiko bencana di wilayah yang terdampak Sesar Citarik.