Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki: Lima Ribu Lebih Pengungsi di Flores Timur Membutuhkan Bantuan Mendesak
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki: Ribuan Jiwa Menggantungkan Harapan pada Bantuan Kemanusiaan
Bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah memaksa lebih dari lima ribu warga untuk mengungsi dan meninggalkan rumah mereka. Hingga Sabtu, 1 Maret 2025, tercatat 5.070 jiwa menggantungkan hidupnya di empat posko pengungsian dan sejumlah rumah warga di berbagai kecamatan di Kabupaten Flores Timur. Situasi ini menyoroti urgensi bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan untuk membantu para pengungsi melewati masa sulit pascaerupsi.
Meskipun pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama enam bulan terhitung sejak 13 Februari 2025, kebutuhan dasar para pengungsi masih sangat mendesak. Avelina Manggota Hallan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, mengungkapkan bahwa pasokan logistik di sejumlah titik pengungsian masih sangat terbatas. “Kebutuhan mendesak saat ini sangat beragam,” ungkap Avelina saat dihubungi pada Senin, 3 Maret 2025. Ia merinci kebutuhan-kebutuhan tersebut, antara lain:
- Sembako: Minyak goreng, sayur-sayuran, ikan segar, dan bumbu dapur menjadi kebutuhan utama untuk memenuhi gizi para pengungsi. Ketersediaan bahan makanan yang bergizi sangat krusial untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi yang kurang memadai.
- Bahan Bakar: Minyak tanah menjadi kebutuhan penting mengingat banyak pengungsi yang bergantung pada kompor minyak untuk memasak.
- Perlengkapan Kebersihan: Perlengkapan mandi dan mencuci merupakan kebutuhan dasar yang seringkali terabaikan namun sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan pengungsian yang padat penduduk.
- Air Bersih: Akses terhadap air bersih yang aman untuk dikonsumsi merupakan hal krusial untuk mencegah penyebaran penyakit. Ketersediaan air bersih yang mencukupi harus segera dipenuhi.
Lebih lanjut, Avelina menyampaikan harapannya agar berbagai pihak, baik pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, maupun masyarakat luas, dapat memberikan dukungan dan bantuan untuk meringankan beban para pengungsi. Bantuan yang datang tidak hanya berupa logistik, tetapi juga dukungan psikologis bagi mereka yang mengalami trauma akibat bencana. Proses pemulihan pasca-bencana akan membutuhkan waktu dan kerja sama dari semua pihak.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur, di tengah upaya transisi dari status darurat ke pemulihan, terus berupaya untuk memastikan pendistribusian bantuan sampai kepada para pengungsi. Namun, skala kebutuhan yang sangat besar membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk membantu memastikan keselamatan dan kesejahteraan para korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan membantu para pengungsi untuk dapat kembali menjalani kehidupan normal secepat mungkin.