Frustrasi Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Brebes Tanam Jagung Sebagai Bentuk Protes
Kekesalan Warga Brebes Memuncak: Jalan Rusak Diprotes dengan Aksi Tanam Jagung
Aksi protes unik dilakukan oleh puluhan warga Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Pada hari Rabu, 9 April 2025, mereka menanam batang jagung di tengah jalan berlubang, sebuah simbol yang mencerminkan betapa mendesaknya perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut.
Aksi ini terekam dalam video berdurasi 4 menit 3 detik yang kemudian viral di media sosial, khususnya Facebook. Unggahan video oleh akun @Gina Nindila Zahra di grup Petani Bawang Merah Brebes, telah menarik perhatian luas dengan lebih dari 55.000 kali penayangan dan ratusan tanggapan.
Simbol Protes di Ruas Jalan Penghubung Desa
Protes ini menargetkan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan tiga desa di dua kecamatan, yaitu Desa Kamal dan Pamulihan di Kecamatan Larangan, serta Desa Jemasih di Kecamatan Ketanggungan. Dalam video tersebut, seorang tokoh masyarakat yang mengenakan baju putih dan kopiah menyampaikan orasi yang ditujukan langsung kepada Bupati Brebes dan anggota legislatif.
"Masyarakat Desa Kamal menunjukkan video ini kepada Bupati Brebes, Gubernur Jawa Tengah, dan anggota DPRD Brebes dari dapil tiga. Jalan ini belum tersentuh oleh pemerintah," ungkapnya dengan nada kecewa. Ia juga menyoroti janji-janji perbaikan jalan yang diucapkan para calon legislatif selama kampanye Pemilu 2024 lalu, yang hingga kini belum terealisasi.
Ia menambahkan, "Jadikan ini sebagai catatan penting. Tingkatkan kinerja kalian, segera tangani jalan ini. Hanya 5 kilometer, anggaran yang dibutuhkan sangat kecil dibandingkan dengan tindakan korupsi yang terjadi." Ia juga mengingatkan para wakil rakyat untuk tidak hanya meminta bantuan tokoh agama dalam menjaga kondusifitas wilayah, tetapi juga hadir untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat kecil, seperti kondisi jalan yang rusak.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes, Sutaryono, mengkonfirmasi bahwa lokasi dalam video tersebut memang benar ruas jalan Pamulihan–Jemasih yang melintasi Desa Kamal. Ia mengakui bahwa jalan tersebut dalam kondisi rusak dan belum diperbaiki.
"Benar, itu adalah lokasi aksi yang kemarin," ujar Sutaryono saat diwawancarai oleh wartawan.
Sutaryono menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut sebenarnya telah dianggarkan sebesar Rp 2,85 miliar untuk tahun ini. Namun, saat ini, pihak DPU masih menunggu proses perencanaan teknis. Mereka menargetkan pelaksanaan perbaikan dalam tiga bulan ke depan.
"Pelaksanaan perbaikan akan diprioritaskan pada titik-titik yang paling mendesak atau mengalami kerusakan paling parah. Saat ini, kami masih menunggu perencanaan teknis, dan kemungkinan pelaksanaan akan dilakukan dalam tiga bulan ke depan," jelasnya.
Rincian Anggaran dan Tahapan Perbaikan
Alokasi anggaran sebesar Rp 2,85 miliar yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes untuk perbaikan jalan Pamulihan-Jemasih diharapkan dapat menjadi solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi warga. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes saat ini tengah memproses perencanaan teknis yang detail, termasuk penentuan titik-titik prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan dan urgensi.
Proses perencanaan teknis ini melibatkan survei lapangan, analisis kondisi tanah, dan perhitungan kebutuhan material serta tenaga kerja. Setelah perencanaan selesai, akan dilakukan proses lelang untuk menentukan kontraktor pelaksana proyek. Diharapkan, dengan proses yang transparan dan akuntabel, perbaikan jalan dapat dilakukan secara optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Pelaksanaan perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari titik-titik yang mengalami kerusakan terparah. DPU Kabupaten Brebes akan berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek dan meminimalkan dampak negatif terhadap aktivitas masyarakat.
Perbaikan jalan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Kamal, Pamulihan, dan Jemasih. Dengan infrastruktur jalan yang memadai, diharapkan sektor pertanian dan perdagangan di wilayah tersebut dapat berkembang lebih pesat.
Harapan Masyarakat Akan Perbaikan Jalan
Warga Desa Kamal dan sekitarnya berharap agar proses perbaikan jalan Pamulihan-Jemasih dapat segera direalisasikan. Mereka berharap agar pemerintah daerah dapat mempercepat proses perencanaan teknis dan lelang, sehingga pelaksanaan perbaikan dapat dimulai secepatnya. Warga juga berharap agar kualitas perbaikan jalan dapat terjamin, sehingga jalan tersebut dapat bertahan lama dan tidak mudah rusak kembali.
"Kami sudah lama menantikan perbaikan jalan ini. Semoga pemerintah segera merealisasikannya, sehingga kami bisa beraktivitas dengan lancar dan aman," ujar salah seorang warga Desa Kamal.
Aksi protes dengan menanam jagung ini merupakan wujud dari kekecewaan dan harapan masyarakat akan perbaikan infrastruktur yang lebih baik. Diharapkan, aksi ini dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan mendorong percepatan pembangunan di wilayah tersebut.