Jerman Umumkan Rincian Koalisi Pemerintahan Baru: Fokus pada Ekonomi, Iklim, dan Keamanan
Jerman Umumkan Rincian Koalisi Pemerintahan Baru: Fokus pada Ekonomi, Iklim, dan Keamanan
Koalisi yang dipimpin oleh Friedrich Merz dari CDU/CSU dan SPD telah merilis rincian rencana pemerintahan mereka, yang mencakup 144 halaman kesepakatan komprehensif. Kesepakatan ini menjanjikan serangkaian perubahan kebijakan yang signifikan, yang bertujuan untuk mengatasi tantangan ekonomi, memenuhi target iklim, dan meningkatkan keamanan nasional.
Prioritas Ekonomi
Pemerintahan baru ini berencana untuk menerapkan pemotongan pajak untuk meringankan beban keuangan warga negara dan bisnis. Selain itu, mereka bertujuan untuk menyelesaikan negosiasi perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat, yang berpotensi membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan kerja sama yang lebih besar. Langkah-langkah lain yang direncanakan meliputi:
- Mengurangi tarif impor timbal balik untuk menghindari konflik perdagangan.
- Mempercepat perjanjian perdagangan bebas antara Uni Eropa dan blok Amerika Latin Mercosur serta Meksiko.
- Menurunkan tarif pajak perusahaan mulai tahun 2028.
- Mengurangi pajak pertambahan nilai untuk makanan dan layanan restoran.
Kebijakan Iklim dan Energi
Jerman berkomitmen untuk mencapai tujuan iklim yang ambisius, dan koalisi baru telah menguraikan rencana untuk mempercepat transisi energi. Ini termasuk:
- Memangkas harga listrik sebesar 5 sen melalui pengurangan pajak listrik dan biaya jaringan.
- Meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga gas.
- Mempersiapkan paket legislatif untuk penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).
- Membatalkan peraturan pemanas ruangan yang kontroversial untuk mengakhiri penggunaan bahan bakar fosil untuk pemanasan.
- Mendorong target iklim UE yang lebih ambisius, dengan tujuan mengurangi emisi sebesar 90% pada tahun 2040.
Kebijakan Ketenagakerjaan dan Sosial
Pemerintahan baru bertujuan untuk memperkuat pasar tenaga kerja dan memberikan dukungan kepada para pekerja. Kebijakan utama meliputi:
- Membebaskan upah lembur dari pajak.
- Memberikan insentif pajak untuk pekerja yang bekerja melampaui usia pensiun.
- Mereformasi tunjangan pengangguran dengan sanksi yang lebih ketat bagi mereka yang menolak pekerjaan.
- Memperkenalkan upah minimum sebesar 15 euro per jam pada tahun 2026.
Keamanan dan Pertahanan
Menanggapi meningkatnya ketegangan geopolitik, koalisi berjanji untuk secara signifikan meningkatkan pengeluaran pertahanan untuk memenuhi target NATO. Ini termasuk:
- Meningkatkan pasukan dan pengadaan senjata.
- Menerapkan sistem wajib militer baru (saat ini bersifat sukarela).
- Mempertahankan dukungan untuk Ukraina sebagai prioritas.
- Menyusun peraturan untuk mempercepat pembelian dan pengadaan peralatan militer.
- Meningkatkan kerjasama dan standardisasi dengan mitra Eropa.
Kebijakan Imigrasi yang Lebih Ketat
Koalisi juga mengumumkan kebijakan imigrasi yang lebih ketat, termasuk:
- Menghentikan reunifikasi keluarga untuk imigran dengan status perlindungan subsider.
- Mengakhiri semua program federal untuk penerimaan pengungsi.
- Menolak pencari suaka di perbatasan.
- Mulai mendeportasi warga negara ke Suriah dan Afghanistan, terutama pelaku kriminal dan mereka yang dianggap sebagai ancaman.
Penunjukan Kabinet yang Mungkin
Sementara susunan kabinet akhir masih dalam pengerjaan, beberapa nama telah muncul sebagai kandidat potensial untuk posisi kunci:
- Wakil Kanselir dan Menteri Keuangan: Lars Klingbeil (SPD) dianggap sebagai pesaing utama.
- Menteri Luar Negeri: Johann Wadephul (CDU/CSU) atau Armin Laschet (CDU) sedang dipertimbangkan.
- Menteri Dalam Negeri: Alexander Dobrindt (CSU) mungkin akan mengisi posisi ini.
- Menteri Pertahanan: Boris Pistorius (SPD) diperkirakan akan tetap menjabat.
SPD diperkirakan akan memegang tujuh kementerian, sementara CDU akan memimpin enam. Dengan kemitraan CSU, CDU secara efektif akan memiliki kontrol atas sembilan kementerian. CDU akan bertanggung jawab atas portofolio seperti Ekonomi dan Energi, Luar Negeri, Keluarga, Kesehatan, Transportasi, dan Digitalisasi. SPD akan memimpin Pertahanan, Hukum dan Perlindungan Konsumen, Sosial dan Tenaga Kerja, Lingkungan (termasuk Perlindungan Iklim), Bantuan Pembangunan, serta Perumahan, Tata Kota, dan Konstruksi. CSU kemungkinan akan mengambil alih Penelitian, Teknologi dan Luar Angkasa, Pertanian, dan Dalam Negeri.
Reaksi dari Partai Lain
Partai-partai oposisi telah menyuarakan kritik terhadap perjanjian koalisi. Partai Kiri mengecamnya karena tidak mengatasi masalah sosial dan lingkungan yang mendesak, sementara Partai Hijau mengkritiknya karena kurangnya ambisi dalam kebijakan iklim. AfD menuduh koalisi itu melakukan penipuan dan mengabaikan janji-janji pemilu.