Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Semeru Erupsi Lima Kali dalam Delapan Jam
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Status Waspada Diberlakukan
Lumajang, Jawa Timur - Gunung Semeru, gunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Kamis, 10 April 2025. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur mencatat lima kali erupsi dalam kurun waktu delapan jam, antara pukul 00.00 hingga 08.00 WIB.
Menurut laporan PPGA Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.18 WIB dengan kolom abu vulkanik setinggi 500 meter di atas puncak kawah. Kolom abu ini teramati condong ke arah barat daya. Erupsi kedua menyusul pada pukul 00.42 WIB, dengan intensitas yang lebih besar, yakni kolom abu setinggi 800 meter yang juga mengarah ke barat daya. Aktivitas erupsi berlanjut pada pukul 05.15 dan 05.45 WIB, meskipun dengan intensitas yang sedikit menurun, yaitu kolom abu setinggi 400 meter. Erupsi terakhir yang tercatat terjadi pada pukul 06.40 WIB, dengan kolom abu setinggi 700 meter.
Mukdas Sofian, petugas PPGA Semeru, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, "Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 10 April 2025 pukul 06.40 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 700 meter di atas puncak." Data dari PPGA Semeru juga menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi pada hari sebelumnya, Rabu, 9 April 2025, dengan 55 kali letusan tercatat. Namun, sebagian besar erupsi tersebut tidak dapat teramati secara visual karena kondisi cuaca berkabut di sekitar gunung.
Imbauan Keamanan dan Status Gunung Semeru
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Yudhi Cahyono, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Semeru saat ini berada pada Level II atau Waspada. Mengingat potensi bahaya yang ada, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 8 kilometer dari puncak gunung. Selain itu, aktivitas juga dilarang dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
BPBD Lumajang juga mengingatkan masyarakat akan potensi bahaya banjir lahar, mengingat curah hujan yang tinggi di sekitar Gunung Semeru. "Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru," imbau Yudhi Cahyono. Masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru diminta untuk terus memantau perkembangan informasi dari pihak berwenang dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Antisipasi Bencana Erupsi Gunung Semeru
Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga terhadap segala kemungkinan yang terjadi. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru dan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi peningkatan aktivitas yang lebih signifikan.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil masyarakat untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Semeru:
- Memantau informasi terkini: Selalu ikuti perkembangan informasi dari sumber-sumber resmi seperti PVMBG, BPBD, dan media massa terpercaya.
- Menyiapkan rencana evakuasi: Diskusikan dan siapkan rencana evakuasi keluarga jika sewaktu-waktu diperlukan.
- Menyiapkan perlengkapan darurat: Siapkan tas siaga bencana yang berisi perlengkapan penting seperti makanan, air minum, obat-obatan, pakaian, masker, dan senter.
- Mengetahui jalur evakuasi: Kenali jalur evakuasi yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah.
- Melindungi diri dari abu vulkanik: Gunakan masker dan pakaian yang menutupi seluruh tubuh saat beraktivitas di luar rumah untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik.