Sentimen Positif Global Mendorong IHSG Meroket: Rupiah Ikut Menguat Pasca Penundaan Tarif Impor AS

Euforia Pasar: IHSG Melonjak Pasca Penundaan Tarif Impor AS

Jakarta, Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan signifikan pada awal perdagangan Kamis (10/04/2025), dipicu oleh sentimen positif dari penundaan tarif impor resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penguatan ini juga diikuti oleh apresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS di pasar spot.

Pada pukul 09.02 WIB, IHSG mencatatkan kenaikan tajam sebesar 4,47 persen atau 266,65 poin, berada di level 6.234,64. Kinerja impresif ini kontras dengan penutupan sebelumnya di level 6.270,61. Optimisme pasar terlihat dari jumlah saham yang menghijau, dengan 394 saham mencatatkan kenaikan, berbanding terbalik dengan hanya 38 saham yang terkoreksi. Nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp 1,87 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,12 miliar saham.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, menjelaskan bahwa keputusan Presiden Trump untuk menunda penerapan tarif impor yang lebih tinggi kepada sejumlah mitra dagang AS selama 90 hari menjadi katalis utama penguatan pasar. Kendati demikian, AS tetap memberlakukan bea masuk yang signifikan terhadap produk-produk dari China, mencapai hingga 125 persen. Kebijakan tarif AS sebelumnya telah memicu kekhawatiran resesi global dan menciptakan volatilitas di pasar keuangan.

"Keputusan Trump ini memicu perubahan arah investasi yang signifikan, tercermin dari kinerja positif Wall Street pada penutupan perdagangan Rabu," ujar Nico Demus.

Secara teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas, dengan level support di 5.880 dan resistance di 6.160.

Kinerja Bursa Asia

Sentimen positif dari penundaan tarif impor AS juga berdampak pada kinerja bursa saham di kawasan Asia. Mayoritas bursa mencatatkan kenaikan, di antaranya:

  • Strait Times (Singapura): Naik 5,80 persen (196,70 poin) ke level 3.590,39.
  • Shanghai Composite (China): Naik 1,52 persen (48,34 poin) ke level 3.235,15.
  • Nikkei 225 (Jepang): Naik 8,34 persen (2.644,60 poin) ke level 34.358,60.
  • Hang Seng (Hong Kong): Naik 4,45 persen (901,01 poin) ke level 21.165,50.

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS juga mengalami penguatan di pasar spot. Data Bloomberg menunjukkan bahwa pada pukul 09.09 WIB, Rupiah diperdagangkan pada level Rp 16.786,5 per Dolar AS, menguat 86 poin atau 0,51 persen dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp 16.872,5 per Dolar AS.

Ariston Tjendra, pengamat pasar uang, menilai bahwa langkah Donald Trump ini merupakan bagian dari strategi negosiasi terkait tarif impor. Penurunan tarif sementara menjadi 10 persen untuk 90 negara memberikan angin segar bagi pasar. Meskipun demikian, Ariston mengingatkan bahwa kekhawatiran terhadap isu tarif masih membayangi pasar, terutama dengan adanya respons dari China yang mengumumkan perang tarif.

"Potensi pelemahan Rupiah masih terbuka, dengan target pelemahan menuju level 16.900, namun support kuat berada di kisaran 16.800," pungkas Ariston.