Menteri Zulkifli Hasan Ikuti Tradisi Methil di Acara Panen Raya Demi Indonesia Mandiri Pangan

Menteri Zulkifli Hasan Hadiri dan Ikuti Tradisi Lokal dalam Panen Raya

Dalam rangkaian acara "Demi Indonesia Mandiri Pangan 2025", Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), turut serta dalam kegiatan panen raya yang dihelat di Desa Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Senin, 3 Maret 2025. Kehadiran Menteri Zulhas bukan sekadar sebagai pejabat pemerintah yang meresmikan panen, melainkan juga sebagai partisipan aktif dalam pelestarian budaya lokal. Sebelum prosesi panen raya dimulai, Zulhas bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, dan sejumlah pejabat lainnya, mengikuti tradisi methil yang merupakan bagian integral dari budaya pertanian masyarakat setempat.

Tradisi methil, menurut keterangan sejumlah petani setempat, merupakan ritual yang dijalankan oleh para petani sebelum memasuki masa panen sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil kerja keras dan berkah yang telah diberikan. Upacara ini diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan prosesi tumpengan, sebuah simbol persembahan hasil bumi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini menunjukkan kearifan lokal yang masih terjaga dan dipraktikkan hingga saat ini oleh masyarakat Desa Pangkur dalam menjalankan kegiatan pertanian mereka.

Ruswanto, salah satu petani Desa Pangkur yang turut berpartisipasi dalam tradisi methil tersebut, menjelaskan lebih rinci mengenai makna dan pelaksanaan tradisi tersebut. Menurutnya, tradisi methil melibatkan pengambilan sejumlah gabah yang telah matang untuk kemudian disucikan dan disakralkan di rumah masing-masing petani. Gabah-gabah terpilih ini kemudian diikat sebagai simbol dari rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Proses selanjutnya adalah syukuran dengan tumpengan sebagai puncak dari tradisi methil. Tumpengan ini merupakan hidangan nasi yang disusun bertingkat yang melambangkan rasa syukur dan harapan untuk keberhasilan panen di masa mendatang.

Keikutsertaan Menteri Zulhas dalam tradisi methil ini bukan hanya sekadar simbolis, melainkan juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghargai dan melestarikan kearifan lokal dalam konteks pembangunan pertanian berkelanjutan. Partisipasi aktif dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspek ekonomi dan produksi pangan semata, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai budaya dan sosial yang melekat dalam proses pertanian di Indonesia. Kehadiran Menteri Zulhas memberikan dorongan moral bagi para petani dan sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya lokal ke kancah nasional.

Partisipasi aktif Menteri Zulhas dalam tradisi methil di acara panen raya "Demi Indonesia Mandiri Pangan 2025" menjadi bukti nyata bahwa pembangunan pertanian tidak dapat dipisahkan dari pelestarian budaya lokal. Harapannya, tradisi methil dan kearifan lokal lainnya dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian integral dari pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.