Kalimantan Tengah Siaga Banjir: BMKG Identifikasi Delapan Kabupaten Berpotensi Terdampak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng). Peningkatan curah hujan yang signifikan, ditambah dengan kondisi geografis yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS), menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi ini.

Prakirawan dari Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Alfandy, menyampaikan bahwa Kalteng masih berada dalam periode musim hujan pada bulan April ini. Proyeksi menunjukkan bahwa musim kemarau baru akan tiba sekitar bulan Juni atau Juli mendatang. Hal ini mengindikasikan bahwa potensi banjir dan dampaknya perlu diwaspadai secara serius.

Peta Rawan Banjir dan Tingkat Risiko

BMKG telah menyusun peta potensi banjir yang mengklasifikasikan tingkat risiko menjadi tiga kategori: tinggi (merah), menengah (kuning), dan rendah (hijau). Meskipun sebagian besar wilayah masih berada dalam kategori hijau, beberapa kabupaten menunjukkan tingkat kerawanan menengah (kuning), yang memerlukan kewaspadaan ekstra.

Berikut adalah daftar 8 kabupaten di Kalteng yang teridentifikasi memiliki tingkat kerawanan banjir menengah:

  • Barito Selatan: Kecamatan Dusun Selatan, Dusun Utara, Gunung Bintang Awai, Karau Kuala
  • Barito Timur: Kecamatan Pematangkarau
  • Barito Utara: Kecamatan Gunung Timang, Lehei, Lehei Barat, Montallat, Teweh Baru, Teweh Selatan, Teweh Tengah, Teweh Timur
  • Gunung Mas: Kecamatan Damang Batu, Kahayan Hulu Utara, Kurun, Mihing Raya, Mirimanasa, Rungan, Rungan Barat, Rungan Hulu, Sepang Simin, dan Tewah
  • Kapuas: Kecamatan Kapuas Hulu, Kapuas Tengah, Mandau Talawang, Mantangai, Pasak Talawang, Timpah
  • Katingan: Kecamatan Petak Malai dan Sanaman Mantikei
  • Murung Raya: Kecamatan Barito Tuhup Raya, Laung Tuhup, Murung, Permata Intan, Seribu Riam, Sumber Barito, Tanah Siang Selatan, dan Uut Murung
  • Pulang Pisau: Kecamatan Banama Tingang

Peta potensi banjir ini dibuat dengan dukungan dari Badan Informasi Geospasial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Curah hujan menjadi faktor utama dalam pembuatan peta ini, dengan mempertimbangkan faktor-faktor pendukung lainnya yang diperoleh dari kedua instansi tersebut. Selain itu, pemetaan juga mempertimbangkan letak geografis wilayah, terutama kedekatan dengan daerah aliran sungai (DAS).

Imbauan Kewaspadaan

Alfandy mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta potensi hujan lokal dengan intensitas serupa. Dampak yang mungkin timbul meliputi genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat diharapkan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang diperlukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana hidrometeorologi.

Dengan adanya informasi ini, diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersiap siaga dan mengambil tindakan preventif untuk mengurangi risiko dan dampak banjir di wilayah Kalimantan Tengah.