Pabrik Uang Palsu di Bogor Terungkap: Mantan Lokasi Usaha Ayam Potong yang Gulung Tikar

Penggerebekan Pabrik Uang Palsu di Bogor Ungkap Latar Belakang Lokasi

Sebuah rumah di kawasan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, mendadak menjadi sorotan setelah digerebek polisi karena dijadikan pabrik pencetakan uang palsu (upal). Penggerebekan ini mengungkap fakta menarik, bahwa lokasi tersebut dulunya merupakan tempat usaha pemotongan ayam yang sempat ramai sebelum akhirnya mengalami kebangkrutan.

Maduru (53), seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa rumah tersebut dimiliki oleh seorang pria bernama Lasmino. "Dulu, rumah itu dipakai buat usaha ayam potong. Usahanya bangkrut pas Covid," ujarnya, Rabu (9/4/2025).

Usaha ayam potong tersebut, menurut Maduru, sempat mengalami masa kejayaan di awal pandemi. "Sempat ramai juga usahanya pas covidnya. Sempat punya mobil buat antar daging ayamnya, tapi terus bangkrut," imbuhnya.

Keterkejutan Warga dan Penjelasan Polisi

Maduru mengaku terkejut dengan penemuan pabrik uang palsu di bekas tempat usaha ayam potong tersebut. Ia mengaku tidak pernah melihat aktivitas mencurigakan di dalam rumah itu. "Nggak tahu (ada pabrik upal), soalnya pernah masuk dulu nggak ada apa-apa. Pasti udah ditegur dong kalau ada. Kalau hal-hal aneh sih nggak ada. Nggak lihat ya," katanya.

Polisi telah mengamankan dua orang pria berinisial L dan D dari lokasi pabrik upal tersebut. Keduanya diduga berperan sebagai pemilik rumah dan pelaku utama dalam kegiatan pencetakan uang palsu.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, menjelaskan bahwa penangkapan terkait kasus uang palsu ini tidak hanya dilakukan di Bogor. "(Pelaku yang diamankan) Di Tanah Abang 4 (orang), Subang 1 (orang), Bogor 2 orang," jelasnya. Ini mengindikasikan adanya jaringan yang lebih luas dalam peredaran uang palsu ini.

Implikasi dan Investigasi Lebih Lanjut

Kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Investigasi mendalam terus dilakukan untuk mengungkap jaringan peredaran uang palsu yang melibatkan berbagai wilayah. Polisi juga akan menelusuri motif pelaku dan mencari tahu sejak kapan aktivitas ilegal ini dilakukan di rumah tersebut. Penemuan pabrik uang palsu di lokasi yang dulunya merupakan tempat usaha yang sah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pelaku memanfaatkan situasi ekonomi yang sulit untuk melakukan tindakan kriminal. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.