Rano Karno Dorong Pemudahan Akses Taman Jakarta Bagi Komunitas

Rano Karno Dorong Pemudahan Akses Taman Jakarta Bagi Komunitas

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas hidup warganya, salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi taman-taman kota sebagai ruang publik yang inklusif. Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menekankan pentingnya mempermudah akses bagi berbagai komunitas untuk berkegiatan di taman-taman Jakarta. Pernyataan ini disampaikan di Balai Kota Jakarta pada hari Rabu, (9/4/2025), sebagai respons terhadap kebutuhan ruang ekspresi dan interaksi sosial bagi warga.

"Saya menginstruksikan kepada Dinas Pertamanan agar tidak mempersulit komunitas yang ingin memanfaatkan taman sebagai wadah aktivitas positif," ujar Rano Karno. Beliau menambahkan bahwa taman kota bukan hanya diperuntukkan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga harus terbuka bagi beragam komunitas dengan minat dan bakat yang berbeda.

Ruang Bagi Kreativitas dan Ekspresi

Rano Karno menyoroti pentingnya memberikan ruang bagi komunitas kreatif, seperti komunitas fotografi dan seniman jalanan. Ia mencontohkan keberadaan komunitas fotografi yang cukup besar di Jakarta dan seringkali memanfaatkan ruang publik seperti Car Free Day (CFD) sebagai ajang berkumpul dan berkreasi. Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu didukung dan difasilitasi.

"Kita tidak boleh menghalangi kegiatan fotografi di taman. Komunitas fotografi di Jakarta itu besar sekali. Kita sering lihat di CFD anak-anak muda foto-foto, itu bagus sekali," ungkapnya.

Senada dengan itu, Rano Karno juga memberikan lampu hijau bagi komunitas seniman jalanan untuk berkreasi di taman-taman Jakarta. Ia melihat potensi besar dalam seni jalanan untuk menghidupkan ruang publik dan memberikan warna baru bagi kota Jakarta.

Kurasi untuk Kualitas dan Kenyamanan

Meski demikian, Rano Karno menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan tetap melakukan kurasi terhadap komunitas yang ingin berkegiatan di taman. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan berkualitas, sesuai dengan norma dan etika yang berlaku, serta tidak mengganggu ketertiban umum.

"Kita akan kurasi komunitas-komunitas ini supaya mereka bisa tampil di tempat yang baik, bukan sembarangan. Contohnya, di MRT itu sudah ada seniman jalanan yang mengisi ruang publik. Itu kan butuh kurasi, jadi dipilih yang terbaik," jelasnya.

Optimalisasi Taman Kota

Rano Karno juga mengungkapkan rencana Pemprov DKI Jakarta untuk mengaktifkan 10 taman di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 6 taman akan dibuka selama 24 jam, sementara 4 taman lainnya akan dibuka hingga pukul 22.00 WIB.

"Kami akan aktivasi 10 taman di Jakarta. Enam taman akan kita buka 24 jam, sementara empat taman lainnya akan buka sampai jam 10 malam," kata Rano.

Keputusan untuk membatasi jam operasional beberapa taman didasarkan pada pertimbangan ukuran taman dan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Rano Karno mencontohkan Eco Park Tebet sebagai taman yang cukup besar dan terletak di kawasan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang relatif baik. Oleh karena itu, taman tersebut akan dibuka dari pagi hingga pukul 22.00 WIB.

Rano Karno menambahkan bahwa 10 taman yang akan diaktifkan adalah taman-taman yang memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menampung berbagai aktivitas komunitas dan warga.

Dengan langkah ini, diharapkan taman-taman di Jakarta dapat menjadi ruang publik yang lebih hidup, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh warga kota.