KISS OF LIFE Dikecam Atas Dugaan Perampasan Budaya dalam Siaran Langsung Ulang Tahun
Girl group K-Pop, KISS OF LIFE, yang tengah naik daun berkat lagu hits mereka, 'Sticky', baru-baru ini menghadapi gelombang kritik pedas dari netizen internasional. Kontroversi ini bermula dari siaran langsung perayaan ulang tahun salah satu member, Julie, yang bertema 'old school hip-hop vibes' pada tanggal 2 April.
Kontroversi 'Old School Hip-Hop Vibes'
Alih-alih merayakan ulang tahun dengan cara yang menyenangkan, siaran langsung tersebut justru memicu perdebatan sengit mengenai cultural appropriation atau perampasan budaya. Para member KISS OF LIFE dituduh meniru dan mengeksploitasi elemen-elemen budaya masyarakat Kulit Hitam tanpa pemahaman dan penghormatan yang memadai.
Beberapa poin yang menjadi sorotan dalam siaran langsung tersebut antara lain:
- Gaya Rambut Cornrows: Salah satu member terlihat mengenakan gaya rambut cornrows, yang secara historis dan budaya terkait erat dengan masyarakat Afrika dan diaspora Afrika.
- Pakaian yang Terinspirasi Budaya Kulit Hitam: Pakaian yang dikenakan oleh para member dinilai sangat condong pada gaya berpakaian yang diasosiasikan dengan budaya Kulit Hitam, termasuk stereotip yang sering kali merugikan.
- Nama Panggung 'Lil Taco Belle': Salah satu member mengubah namanya menjadi 'Lil Taco Belle' untuk kepentingan konten. Hal ini dianggap sebagai bentuk apropriasi budaya dan tidak sensitif terhadap isu rasial.
Netizen mengkritik KISS OF LIFE karena dianggap menjadikan budaya Kulit Hitam sebagai 'konten cosplay' tanpa memahami makna dan sejarah di baliknya. Banyak yang merasa kecewa dan tersinggung dengan tindakan tersebut, terutama karena K-Pop memiliki pengaruh global yang besar dan seharusnya lebih berhati-hati dalam menampilkan konten yang sensitif secara budaya.
Permintaan Maaf dan Tanggapan Agensi
Menyadari dampak negatif dari siaran langsung tersebut, para member KISS OF LIFE merespons kritik dengan cepat. Mereka mengeluarkan surat permintaan maaf tulisan tangan dalam bahasa Inggris, mengakui kesalahan dan ketidaktahuan mereka.
"Niat kami hanya untuk menampilkan betapa kami mencintai genre hip hop old school," tulis KISS OF LIFE dalam pernyataan mereka. "Ketika syuting, kami malah menampilkan konsep itu secara berlebihan. Kami sadar konten kami tidak sensitif budaya dan kami bertanggung jawab sepenuhnya atas aksi kami. Kami janji akan jadi lebih baik."
Agensi KISS OF LIFE, S2 Entertainment, juga turut dikecam karena dinilai kurang peka terhadap isu perampasan budaya dan membiarkan konsep tersebut ditampilkan ke publik. Banyak yang mempertanyakan mengapa agensi tidak belajar dari kasus-kasus serupa yang pernah menimpa artis K-Pop lainnya.
Isu Perampasan Budaya dalam Industri K-Pop
Kasus KISS OF LIFE ini menambah daftar panjang kontroversi perampasan budaya yang melibatkan artis K-Pop. Sebelumnya, nama-nama besar seperti EXO, BTS, BLACKPINK, dan 2NE1 juga pernah menghadapi kritik serupa. Hal ini menunjukkan bahwa isu perampasan budaya masih menjadi masalah serius dalam industri K-Pop dan memerlukan perhatian yang lebih besar dari agensi, artis, dan penggemar.
Industri hiburan Korea Selatan semakin mendunia, penting bagi para pelaku di dalamnya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang budaya lain. Hal ini termasuk menghindari stereotip yang berbahaya, menghormati asal-usul budaya, dan berkonsultasi dengan ahli budaya sebelum menampilkan elemen-elemen budaya tertentu dalam karya mereka. Dengan demikian, K-Pop dapat terus berkembang dan dinikmati oleh penggemar di seluruh dunia tanpa menimbulkan rasa sakit hati atau ketidakadilan.