Indonesia Tingkatkan Daya Saing Produk Perikanan di Pasar Korea Selatan Melalui Penambahan Unit Pengolahan Ikan

Indonesia Perkuat Posisi di Pasar Perikanan Korea Selatan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan ekspor produk perikanan ke Korea Selatan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penambahan Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang telah mendapatkan persetujuan dari National Fishery Products Quality Management Service (NFQS), otoritas pengawas mutu produk perikanan Korea Selatan.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan Perikanan (BP2MHKP) KKP, Ishartini, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari negosiasi intensif yang telah dilakukan bersama dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Kerja sama yang erat dan hubungan baik yang telah terjalin dengan otoritas Korea Selatan juga memainkan peran krusial dalam keberhasilan ini.

Perjanjian Bilateral yang Menguntungkan

Indonesia dan Korea Selatan memiliki perjanjian bilateral yang kuat, yaitu Arrangement on the Cooperation in Quality Control and Hygiene Safety of Import and Export Fish and Fishery Products. Perjanjian ini menjadi landasan penting bagi perdagangan komoditas perikanan antara kedua negara, menciptakan kerangka kerja yang saling menguntungkan.

Ishartini menekankan bahwa KKP telah berhasil memastikan bahwa sistem yang berlaku di Indonesia telah setara dan selaras dengan standar internasional. Sistem ini tidak hanya konsisten dan kokoh, tetapi juga diakui oleh negara-negara tujuan ekspor, termasuk Korea Selatan.

"Dengan adanya perjanjian dengan Korea maka kami bisa melakukan pre-border inspection untuk memastikan penerapan quality assurance hulu-hilir sehingga mempercepat dwelling time di entry point," ungkap Ishartini. Hal ini menunjukkan komitmen KKP dalam memastikan kualitas produk perikanan Indonesia sejak awal proses produksi hingga siap diekspor.

Selain itu, perjanjian ini juga memberikan keuntungan berupa notifikasi eksklusif jika terjadi perubahan aturan atau kendala terkait ekspor perikanan. Hal ini memungkinkan KKP untuk merespons dengan cepat dan efektif, sehingga meminimalkan dampak negatif terhadap perdagangan.

Saat ini, terdapat 660 UPI yang aktif mengekspor produk perikanan ke Korea Selatan. Ishartini menjelaskan bahwa sembilan sertifikasi perikanan yang dikelola oleh Badan Mutu bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada pasar global bahwa pelaku usaha perikanan Indonesia mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan memenuhi standar internasional.

Ekspor Perikanan Indonesia Tetap Kuat Selama Libur Lebaran

KKP mencatat bahwa nilai ekspor perikanan dari berbagai wilayah di Indonesia mencapai Rp 1 triliun dalam periode 24 Maret hingga 2 April 2025, yang bertepatan dengan libur Idul Fitri. Ishartini menyampaikan bahwa selama periode tersebut, volume ekspor mencapai 20.000 ton.

"Berdasarkan catatan antara 24 Maret-2 April atau H+1 Lebaran ekspor perikanan tetap jalan terus di 32 provinsi,” kata Ishartini.

Komoditas perikanan unggulan Indonesia yang diminati di pasar global meliputi udang, tuna-skipjack, cumi, gurita, kepiting, dan rumput laut. Negara-negara tujuan ekspor perikanan selama libur Lebaran mencakup berbagai wilayah di dunia, termasuk:

  • Australia
  • Thailand
  • Uni Emirat Arab
  • China
  • Jerman
  • Hongkong
  • India
  • Italia
  • Jepang
  • Malaysia
  • Qatar
  • Singapura
  • Taipei
  • Amerika Serikat
  • Belanda
  • Timor Leste
  • Vietnam
  • Korea Selatan
  • Kuwait
  • Filipina
  • Spanyol
  • Perancis
  • Yordania
  • Irlandia
  • Puerto Rico
  • Zimbabwe
  • Meksiko

Ishartini menekankan bahwa proses ekspor berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia, bahkan selama hari libur. Tidak ada kendala yang signifikan di negara tujuan karena seluruh negara telah mendapatkan informasi mengenai health certificate (HC) mutu produk perikanan Indonesia.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia terus berupaya untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri perikanan global dan meningkatkan daya saing produk perikanannya di pasar internasional.