Penataan Alun-alun Wonosari: Pemkab Gunungkidul Siapkan Relokasi PKL Demi Ketertiban dan Revitalisasi Ruang Publik

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menata kawasan Alun-alun Wonosari. Fokus utama penataan ini adalah relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di sekitar area tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menciptakan ketertiban umum, kenyamanan bagi masyarakat, dan mendukung rencana revitalisasi alun-alun sebagai ruang publik yang lebih representatif.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengungkapkan bahwa penataan ini didasari oleh beberapa pertimbangan. Pertama, keberadaan PKL di Alun-alun Wonosari dinilai telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, khususnya terkait pemanfaatan trotoar. Kedua, aktivitas PKL di depan Masjid Al Ikhlas Wonosari juga menimbulkan keluhan dari takmir masjid karena mengganggu aktivitas ibadah. Ketiga, Pemkab Gunungkidul berencana melakukan perombakan total Alun-alun Wonosari untuk mengatasi masalah kekeringan dan genangan air saat musim hujan. Revitalisasi ini bertujuan menjadikan alun-alun lebih nyaman dan representatif sebagai ruang publik.

"Kami akan menegakkan Perda tanpa mengurangi kesempatan para pelaku UMKM untuk mencari nafkah," tegas Bupati Endah, Rabu (9/4/2025). Pemerintah daerah berkomitmen untuk mencari solusi terbaik yang mengakomodasi kepentingan semua pihak, baik pedagang maupun masyarakat umum.

Beberapa opsi lokasi relokasi telah disiapkan oleh Pemkab Gunungkidul, antara lain:

  • Bangunan bekas GK Steak di sekitar Tugu Tobong, Siyono: Lokasi ini dinilai strategis karena berada di jalur yang ramai dilalui masyarakat.
  • Area sekitar Taman Budaya Gunungkidul: Dalam Detail Engineering Design (DED) Taman Budaya, telah direncanakan adanya pujasera yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat relokasi PKL.
  • Taman Kuliner Wonosari: Taman kuliner yang sudah ada akan ditata ulang agar dapat menampung lebih banyak pedagang. Lapangan tenis yang kurang dimanfaatkan di area ini akan dioptimalkan. Selain itu, lapangan voli pantai yang berada di sekitar taman kuliner rencananya akan dipindahkan ke Kalurahan Siraman.

Salah satu pedagang soto dan es campur di Alun-alun Wonosari, Sri, mengaku pasrah jika harus direlokasi. Ia akan mengikuti keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah dan rekan-rekan pedagang lainnya. Pandu, seorang warga Wonosari, mengamati bahwa Alun-alun Wonosari selalu ramai, baik siang maupun malam. Pada malam hari, alun-alun dipenuhi dengan permainan anak-anak dan sepeda berlampu warna-warni yang menjadi daya tarik tersendiri.

Langkah relokasi PKL ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak. Pedagang dapat berjualan di tempat yang lebih tertib dan representatif, masyarakat dapat menikmati Alun-alun Wonosari yang lebih nyaman dan indah, dan Pemkab Gunungkidul dapat mewujudkan visinya untuk menciptakan ruang publik yang berkualitas dan berdaya guna.