Bank DKI Gandeng Auditor Internasional dan Bareskrim Polri Usut Tuntas Dugaan Kebocoran Sistem: Direktur IT Dicopot

Bank DKI Gandeng Auditor Internasional dan Bareskrim Polri Usut Tuntas Dugaan Kebocoran Sistem: Direktur IT Dicopot

Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Menyusul serangkaian gangguan sistem yang meresahkan nasabah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah tegas dengan menggandeng lembaga audit independen bertaraf internasional dan Bareskrim Polri untuk menginvestigasi dugaan kebocoran sistem di Bank DKI. Keputusan ini diambil setelah insiden gangguan layanan yang berulang, yang dinilai menunjukkan adanya kelemahan serius dalam pengelolaan teknologi informasi internal bank.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyatakan komitmennya untuk menuntaskan masalah ini secara transparan dan akuntabel. "Kami telah menunjuk lembaga independen internasional untuk melakukan audit menyeluruh, tracing, dan monitoring ke seluruh lini," ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Jakarta. Ia menambahkan bahwa detail mengenai lembaga audit tersebut akan diumumkan langsung oleh Direksi Bank DKI.

Selain menggandeng auditor independen, Pramono juga menegaskan bahwa Bareskrim Polri akan dilibatkan secara aktif dalam penyelidikan ini. Ia meyakini, dengan teknologi yang ada saat ini, jejak digital aliran dana yang keluar dari sistem Bank DKI pasti dapat dilacak. "Bareskrim akan segera turun tangan. Jejak digital pergerakan uang pasti terlacak dalam sistem yang ada," tegasnya.

Rentetan Gangguan dan Dampaknya

Serangkaian gangguan layanan Bank DKI telah memicu keluhan luas dari para nasabah. Gangguan ini bukan pertama kalinya terjadi, melainkan yang ketiga, sehingga memicu kekhawatiran akan tata kelola sistem teknologi informasi (TI) yang buruk.

Sejak 29 Maret 2025, keluhan mulai membanjiri media sosial X (dulu Twitter), di mana nasabah melaporkan kesulitan dalam melakukan transaksi melalui aplikasi JakOne Mobile. Masalah yang dikeluhkan meliputi:

  • Tidak bisa transfer antar bank.
  • Gagal melakukan pembayaran QRIS.
  • Gagal tarik tunai di ATM Bersama.

Beberapa nasabah bahkan mengalami saldo terpotong meski transaksi gagal, seperti yang dilaporkan oleh akun @unknown* pada 30 Maret 2025. Masalah ini berlanjut hingga Hari Raya Lebaran, di mana nasabah dengan akun @erza*22 mengeluhkan ketidakmampuan untuk melakukan berbagai transaksi penting.

Tindakan Tegas dan Perbaikan Internal

Pramono Anung mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelolaan IT Bank DKI yang dinilai kurang baik, yang menjadi penyebab utama terjadinya kebocoran sistem. Meski enggan menyebutkan secara detail jumlah kerugian, ia menegaskan bahwa informasi tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan direksi Bank DKI.

Sebagai langkah konkret, Pramono memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri. Selain itu, ia juga mencopot Amirul Wicaksono dari jabatannya sebagai Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI. Posisi tersebut kini dirangkap oleh Direktur Umum.

"Karena kejadiannya sudah tiga kali, saya memutuskan untuk melaporkan semuanya kepada Bareskrim," kata Pramono. "Yang kedua, diambil tindakan kepada Direktur IT. Karena sudah berulang kali. Ini yang ketiga kali. Dibebastugaskan dan jabatan itu dirangkap oleh Direktur Umum."

Langkah-langkah perbaikan internal lainnya yang diambil meliputi:

  • Penggantian seluruh personel yang memiliki akses ke sistem informasi bank.
  • Pergantian password dan PC di departemen terkait.
  • Pemilihan orang-orang baru yang dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bank DKI.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap langkah-langkah ini dapat memulihkan kepercayaan nasabah terhadap Bank DKI dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Penyelidikan oleh auditor independen dan Bareskrim Polri diharapkan dapat mengungkap akar permasalahan dan memberikan rekomendasi perbaikan yang komprehensif.