Presiden Prabowo Optimistis Program Makan Bergizi Gratis Capai Sasaran Penuh di Akhir 2025
Presiden Prabowo Targetkan Keberhasilan Penuh Program Makan Bergizi Gratis pada Akhir 2025
Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mencapai target 100% pada akhir tahun 2025. Hal ini diungkapkan dalam wawancara eksklusif di kediamannya di Hambalang, Bogor, menyoroti komitmen pemerintah terhadap peningkatan gizi anak-anak Indonesia.
"Saya bersyukur bahwa program makan bergizi yang saya canangkan berjalan dengan baik, meskipun awalnya diragukan oleh banyak pihak," ujar Prabowo, menunjukkan kebahagiaannya atas perkembangan program yang merupakan salah satu janji kampanyenya.
Capaian Program dan Target yang Lebih Tinggi
Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program MBG telah menjangkau lebih dari 3 juta penerima manfaat dan terus berkembang pesat. Presiden Prabowo memperkirakan bahwa pada kuartal keempat tahun ini, program tersebut akan mendekati target sasaran penuh. Pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2025.
"Saya perkirakan mungkin Oktober, November, kita sudah bisa hampir mencapai 100 persen sasaran," tambahnya, menegaskan optimisme terhadap pencapaian target yang ambisius.
Menjawab Kritik dan Memperkuat Komitmen
Menanggapi kritik terhadap program MBG, Presiden Prabowo mempertanyakan dasar keraguan tersebut, menegaskan bahwa memberikan makanan bergizi kepada anak-anak yang lapar adalah tindakan yang benar. Program ini lahir dari keprihatinannya terhadap masalah stunting yang masih dialami anak-anak di berbagai daerah.
Prabowo menceritakan pengalamannya bertemu anak berusia 10 tahun dengan tubuh seukuran anak lima tahun, yang menjadi salah satu pendorong utama program MBG.
Kisah Menyentuh dan Pengawasan Ketat
Presiden Prabowo juga berbagi kisah menyentuh tentang anak-anak penerima manfaat MBG yang memilih membawa pulang makanan bergizi untuk berbagi dengan keluarga mereka. Kisah-kisah ini semakin memotivasinya untuk memastikan program MBG berjalan sukses dan tepat sasaran.
Untuk mencegah korupsi dan memastikan kualitas makanan, pelaksanaan program MBG diawasi secara ketat oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Prabowo menekankan pentingnya laporan yang akurat dan transparan, serta melibatkan berbagai pihak dalam pengawasan, termasuk Komando Distrik Militer (Kodim), kepolisian, camat, kepala daerah, dan kepala sekolah.
"Kita tanamkan, jangan kalau laporan ABS, karena ini membahayakan. Karena ini nasib anak-anak," tegas Prabowo, menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan program.
Keterlibatan Kejaksaan Agung
Kepala BGN Dadan Hindayana telah meminta Kejaksaan Agung untuk ikut mengawasi program MBG, mengingat besarnya anggaran yang dikelola, yaitu Rp 171 triliun untuk tahun 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran program MBG.
Rincian Pengawasan Berlapis Program Makan Bergizi Gratis:
- Badan Gizi Nasional (BGN): Memiliki sistem pelaporan online harian dari para manajer di lapangan.
- Komando Distrik Militer (Kodim) dan Kepolisian: Turut mengawasi pelaksanaan program di tingkat daerah.
- Camat dan Kepala Daerah: Bertanggung jawab atas pengawasan di wilayah masing-masing.
- Kepala Sekolah: Melaporkan jika kualitas makanan tidak sesuai standar.
- Kejaksaan Agung: Diminta untuk melakukan pendampingan, mitigasi, dan pengawasan.
Dengan pengawasan yang ketat dan komitmen yang kuat, Presiden Prabowo optimis program Makan Bergizi Gratis akan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia, serta mencapai target sasaran penuh pada akhir tahun 2025.