Bencana Longsor Terjang Depok: Tiga Rumah dan Turap Ambruk Akibat Curah Hujan Tinggi
Bencana Longsor Terjang Depok: Tiga Rumah dan Turap Ambruk Akibat Curah Hujan Tinggi
Hujan deras yang mengguyur Kota Depok dan sekitarnya pada Minggu (6/4/2025) mengakibatkan bencana longsor di beberapa wilayah. Akibatnya, tiga rumah mengalami kerusakan parah dan sebuah turap ambruk.
Menurut keterangan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Denny Romulo, longsor terjadi di dua lokasi utama. Pertama, di kawasan Raffa Residence, Pasir Putih, Sawangan, dimana dua rumah warga mengalami kerusakan signifikan akibat tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi dan angin kencang. Tanah yang labil tidak mampu menahan beban air, sehingga longsor dan menimpa bangunan di bawahnya.
Lokasi kedua berada di Jalan Sawangan Permai. Penyebab longsor di wilayah ini serupa, diperparah dengan adanya potongan kayu besar yang menghalangi aliran Sungai Angsana. Akibatnya, air sungai meluap dan membanjiri permukiman warga.
"Permukaan air di Sawangan Permai sempat naik setinggi mata kaki karena adanya sumbatan potongan kayu besar di Sungai Angsana," jelas Denny.
Selain longsor, sebuah turap yang berlokasi di Bedahan, Sawangan, juga dilaporkan ambruk. Turap tersebut merupakan pembatas antara RW 16 dan RW 14 Perumahan Regensi Bedahan. Ambruknya turap ini menambah daftar kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem yang melanda Depok.
Rincian Kerusakan:
- Raffa Residence, Pasir Putih, Sawangan: 2 rumah rusak parah.
- Jalan Sawangan Permai: Longsor menyebabkan banjir akibat luapan Sungai Angsana.
- Bedahan, Sawangan: Turap perbatasan RW 16 dan RW 14 Perumahan Regensi Bedahan ambruk.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Denny Romulo memastikan bahwa seluruh warga terdampak telah dievakuasi ke tempat yang aman. Pihak Damkar Depok berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat dan membantu warga yang kehilangan tempat tinggal.
Upaya Penanggulangan:
- Evakuasi warga terdampak.
- Koordinasi dengan instansi terkait (BPBD, Dinas Sosial, dll.).
- Pembersihan material longsor dan sumbatan di sungai.
- Pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan.
Pemerintah Kota Depok mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan tinggi. Masyarakat diimbau untuk membersihkan saluran air di sekitar rumah, memantau kondisi lingkungan, dan segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat tanda-tanda longsor atau banjir.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi situasi darurat.