Maignan Tanggapi Kritik Pedas Performa AC Milan: Butuh Gairah Lebih!

Kiper AC Milan, Mike Maignan, memberikan tanggapan atas kritik yang menyebut musim timnya sebagai sebuah "bencana". Reaksi ini muncul usai hasil imbang 2-2 yang mengecewakan melawan Fiorentina di San Siro, Sabtu (5/4/2025).

Pertandingan tersebut diwarnai dengan kebobolan dua gol cepat di awal laga akibat gol bunuh diri Malick Thiaw dan gol Moise Kean. Meskipun Tammy Abraham dan Luka Jovic berhasil menyamakan kedudukan, hasil ini tetap meninggalkan rasa frustrasi bagi Maignan dan tim.

Dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan, seorang jurnalis menanyakan tentang apa yang dibutuhkan Milan untuk meningkatkan konsistensi performa mereka di sisa musim. Sang reporter bahkan menggambarkan musim Milan saat ini sebagai sebuah "bencana".

Dengan nada sedikit menyindir, Maignan menjawab, "Kami membutuhkan Anda, seseorang seperti Anda, mungkin Anda tahu cara menyerang titik yang tepat untuk membakar semangat tim."

Meski merasa kecewa dengan hasil imbang tersebut, Maignan tetap menunjukkan performa gemilang di bawah mistar gawang. Ia melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas Moise Kean di babak kedua, yang membantu Milan menghindari kekalahan.

"Saya marah karena kebobolan gol, tetapi saya pikir sikap tim setelah itu sudah tepat. Reaksi itu ada di sana, sayangnya hanya setelah kami tertinggal," ungkap Maignan.

Performa AC Milan dalam beberapa pertandingan terakhir memang kurang memuaskan. Dari tujuh pertandingan terakhir di liga, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dan menelan empat kekalahan, mengumpulkan total tujuh poin dari 21 poin yang tersedia.

Rentetan hasil negatif ini menempatkan Rossoneri di posisi kesembilan klasemen dengan 48 poin, terpaut empat poin dari AS Roma yang berada di posisi keenam, batas akhir zona kompetisi Eropa. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi tim asuhan pelatih Stefano Pioli.

"Ini adalah tim yang tidak pernah menyerah, terlepas dari hasilnya. Kami perlu menemukan keseimbangan yang tepat antara soliditas pertahanan dan efektivitas serangan," tegas Maignan, menyoroti pentingnya perbaikan di kedua lini.

Menjelang berakhirnya kontraknya pada tahun 2026, Maignan juga menegaskan komitmennya kepada AC Milan. Ia mengaku bahagia dan merasa terhormat dapat membela klub tersebut.

"Saya merasa senang di Milan. Saya memberikan segalanya untuk seragam ini setiap kali saya memakainya dan setiap hari," ujarnya.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai pembicaraan kontrak baru, Maignan memilih untuk fokus pada performa tim di lapangan.

"Saat ini, sejujurnya, saya tidak ingin membicarakan kontrak saya: Saya ingin berbicara tentang sepak bola dan tentang menemukan keseimbangan yang tepat," pungkasnya.

Maignan menyiratkan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membantu AC Milan bangkit dan meraih hasil positif di sisa musim ini, daripada terjebak dalam spekulasi mengenai masa depannya di klub. Dia ingin membuktikan bahwa timnya masih memiliki semangat juang dan mampu bersaing untuk meraih target yang telah ditetapkan.