Pelabuhan Samarinda Siaga Puncak Arus Balik: Ribuan Penumpang Padati Terminal

Pelabuhan Samarinda Siaga Puncak Arus Balik: Ribuan Penumpang Padati Terminal

SAMARINDA, Kalimantan Timur - Suasana Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami peningkatan aktivitas signifikan seiring dengan dimulainya arus balik Lebaran 2025. Otoritas pelabuhan memprediksi puncak kepadatan penumpang akan terjadi pada hari Minggu (6/4/2025) dan Senin (7/4/2025), sebelum berakhirnya masa libur bersama pada tanggal 8 April.

Capt. Sahrun Azis, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyelidikan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, mengonfirmasi peningkatan volume penumpang sejak pagi hari. Kedatangan KM TNV Soya menjadi salah satu indikator, dengan membawa lebih dari 1.500 penumpang.

"Hari ini terlihat peningkatan yang cukup signifikan. KM Prince Soya baru saja tiba dengan membawa total 1.569 penumpang, serta 40 unit kendaraan roda dua dan 49 unit kendaraan roda empat," jelas Capt. Sahrun.

Selain kedatangan KM Prince Soya, KSOP juga mencatat keberangkatan KM Pringso menuju Parepare, Sulawesi Selatan, pada hari yang sama. Jumlah penumpang yang berangkat diperkirakan mencapai ribuan orang.

"Penumpang yang berangkat hari ini cukup banyak. Data pastinya akan kami peroleh satu jam setelah kapal berangkat, tetapi estimasi kami sekitar seribu orang," tambahnya.

Mayoritas penumpang yang melakukan perjalanan balik adalah warga Sulawesi yang sebelumnya merayakan Idul Fitri di Samarinda dan sekitarnya. Mereka kini kembali ke tempat tinggal atau pekerjaan mereka.

"Kebanyakan dari mereka adalah warga Sulawesi yang memiliki keluarga di Samarinda atau Kalimantan dan sekarang kembali ke Sulawesi. Gelombang mudik sebelumnya telah selesai sebelum Lebaran," ungkap Capt. Sahrun.

KSOP telah menjadwalkan keberangkatan KM Aditya pada hari Senin (7/4/2025). Petugas pelabuhan terus mengimbau masyarakat untuk tiba di pelabuhan lebih awal guna menghindari penumpukan dan senantiasa mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Pengalaman Penumpang Arus Balik

Takdir (52), seorang penumpang asal Palopo, Sulawesi Selatan, yang hendak kembali melalui KM Pringso, menyatakan bahwa ia telah membeli tiket secara daring beberapa hari sebelumnya.

"Sekarang semua serba online, jadi lebih mudah. Harganya lumayan, tetapi masih terjangkau," kata Takdir.

Ia memutuskan untuk kembali lebih awal karena anak-anaknya akan segera memulai kegiatan sekolah dan ia sendiri akan kembali bekerja pada hari Senin.

"Liburan di kampung istri selama sembilan hari sudah cukup memuaskan. Besok sudah mulai bekerja lagi," ujarnya.

Wiwin (34), seorang penumpang asal Makassar, juga memanfaatkan akhir pekan untuk kembali ke tempat tinggalnya. Ia berlibur ke Samarinda bersama suami dan kedua anaknya.

"Anak-anak mulai sekolah hari Senin, jadi kami pulang hari Minggu agar ada waktu untuk istirahat. Tiket sudah saya pesan minggu lalu secara online," tutur Wiwin.

Ia menambahkan bahwa transportasi laut masih menjadi pilihan utama bagi warga Sulawesi yang ingin mudik ke Kalimantan karena lebih ekonomis, terutama bagi keluarga.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait situasi arus balik di Pelabuhan Samarinda:

  • Peningkatan Volume Penumpang: Arus balik Lebaran 2025 telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang di Pelabuhan Samarinda.
  • Puncak Arus Balik: Puncak kepadatan penumpang diperkirakan terjadi pada tanggal 6 dan 7 April 2025.
  • Tujuan Utama: Sebagian besar penumpang yang berangkat menuju Sulawesi Selatan, khususnya Parepare dan Makassar.
  • Faktor Pendorong: Banyak penumpang kembali lebih awal karena anak-anak mereka akan segera masuk sekolah dan mereka akan kembali bekerja.
  • Preferensi Transportasi Laut: Transportasi laut masih menjadi pilihan utama bagi banyak warga Sulawesi karena alasan ekonomis.
  • Imbauan Keselamatan: Otoritas pelabuhan mengimbau masyarakat untuk tiba lebih awal dan menjaga keselamatan selama perjalanan.