Nunung: Antara Jenazah dan Kuda, Dua Panggung Tak Terduga dalam Karier Komedi
Nunung: Antara Jenazah dan Kuda, Dua Panggung Tak Terduga dalam Karier Komedi
Pelawak senior Nunung, yang telah malang melintang di dunia hiburan sejak tahun 1986, membeberkan dua pengalaman unik dan tak terlupakan dalam perjalanan kariernya. Bukan panggung megah atau acara televisi besar yang menjadi sorotan, melainkan dua momen yang tak lazim: menghibur di sebuah pemakaman dan di pesta ulang tahun seekor kuda. Kisah-kisah ini dibagikan Nunung saat menjadi bintang tamu di acara Brownis Trans TV, Rabu (5/3/2025), menimbulkan gelak tawa sekaligus mengungkap sisi unik perjalanan seorang komedian kawakan.
Pertama, Nunung menceritakan pengalamannya tampil di sebuah pemakaman di Medan. Bukan undangan biasa, ia bersama rekan-rekannya dari grup lawak Srimulat—Eko DJ, Doyok, dan Kadir—diundang untuk memberikan penampilan hiburan di depan jenazah yang akan dimakamkan. "Bayangkan, perjalanan jauh ke Medan, tiba-tiba kami diminta tampil di depan peti jenazah," ungkap Nunung. Ia mengaku awalnya terkejut dan bingung, mengatakan, "Ada panggung kecil di depan peti mati. Rasanya tak masuk akal, tapi kami tetap tampil karena sudah dibayar." Nunung menggambarkan suasana yang unik, di mana keluarga yang berduka justru bertepuk tangan dan bernyanyi riang saat penampilan Srimulat berlangsung. Ia menambahkan bahwa meski menguras pikiran, tanggung jawab profesionalitas mendorongnya untuk tetap tampil maksimal di tengah suasana yang tak biasa tersebut. Ia bahkan menggambarkan bagaimana mereka menampilkan lawakan Srimulat di tengah suasana duka, sebuah tantangan yang menguji kemampuan adaptasi dan profesionalisme seorang seniman.
Pengalaman kedua yang tak kalah unik terjadi di sebuah pesta ulang tahun. Kali ini bukan ulang tahun manusia, melainkan seekor kuda. Nunung diundang oleh seorang pejabat ke Puncak untuk mengisi acara. Ia mengira akan menghibur sekelompok keluarga, namun terkejut saat tirai dibuka dan muncul seekor kuda yang menjadi pusat perhatian. "Saya diboyong ke vila mewah, tapi suasana sepi. Pas ada tirai merah, saya pikir itu yang berulang tahun. Begitu tirai dibuka, ternyata kuda!" ungkapnya sembari tertawa menceritakan kejadian tak terduga itu. Para penonton acara Brownis, termasuk Wendy Cagur, Ruben Onsu, Ivan Gunawan, dan Ayu Ting Ting, pun ikut terpingkal-pingkal mendengar cerita Nunung. Ia mengatakan bahwa hanya ada satu keluarga yang hadir dalam acara tersebut, yang menyaksikan penampilannya untuk kuda yang tampak gagah itu. Pengalaman ini, kata Nunung, akan menjadi kenangan unik yang akan selalu ia ingat sepanjang kariernya. Kedua cerita ini menunjukkan bahwa perjalanan karier seorang komedian tidak selalu mulus dan dipenuhi dengan peristiwa tak terduga, yang justru menambah warna dan cerita menarik dalam perjalanan hidup seorang seniman.
Kedua pengalaman ini menyoroti fleksibilitas dan profesionalitas Nunung sebagai seorang pelawak. Ia mampu beradaptasi dengan berbagai situasi dan tetap memberikan penampilan terbaiknya, meski menghadapi tantangan yang tak terduga dan tak biasa. Ini merupakan bukti dedikasi dan pengalaman bertahun-tahun di dunia hiburan.