Sate Kere Bu Sum: Sensasi Kuliner Legendaris di Pasar Beringharjo, Ribuan Tusuk Ludes Setiap Hari

Pasar Beringharjo, jantung Kota Yogyakarta, bukan hanya sekadar pusat perbelanjaan oleh-oleh. Ia adalah labirin cita rasa yang menyimpan warisan kuliner turun-temurun. Di antara hiruk pikuk pasar, terselip sebuah warung makan sederhana yang telah menjadi legenda: Warung Bu Sum. Warung ini terkenal dengan Sate Kere dan Sate Ayam yang selalu diburu para pecinta kuliner.

Warung Bu Sum telah berdiri selama lebih dari 60 tahun, menjadi saksi bisu perubahan zaman. Meskipun banyak bermunculan tempat makan modern, Warung Bu Sum tetap setia dengan resep autentik dan cara memasak tradisional. Penggunaan anglo untuk memasak sebagian besar menu, kecuali kuah soto yang dimasak dengan kompor, memberikan sentuhan klasik yang sulit ditandingi. Aroma bakaran yang khas dari setiap sudut warung menjadi daya tarik tersendiri, mengundang siapa pun untuk mendekat dan mencicipi kelezatannya.

Menu Andalan dan Sensasi Rasa yang Menggoda

Warung Bu Sum menawarkan beragam pilihan menu yang menggugah selera, mulai dari Soto Ayam, Soto Daging, Soto Iso, Nasi Rames, Nasi Gudeg, hingga Sate Kere dan Sate Ayam yang menjadi primadona. Salah satu menu yang wajib dicoba adalah Soto Ayam. Seporsi soto ayam berisi soun, kol, tauge, suwiran ayam, irisan tomat, dan nasi yang dicampur langsung ke dalam kuah soto. Kuahnya bening dengan rasa kaldu yang gurih ringan, sangat cocok dinikmati sebagai menu sarapan yang menyegarkan.

Namun, daya tarik utama Warung Bu Sum terletak pada Sate Kere dan Sate Ayamnya. Sate Kere di Jogja berbeda dengan sate kere di Solo yang terbuat dari ampas tahu. Sate kere di sini menggunakan koyor sapi (lemak sapi) yang dipotong besar-besar dan dibakar dengan sempurna. Teksturnya kenyal, lembut, dan tidak kering. Bumbunya minimalis, didominasi rasa manis kecap dengan sentuhan rasa gurih. Aroma smokey dari bakaran menambah kenikmatan sate ini.

Sate Ayamnya pun tak kalah menggoda. Potongan daging ayamnya besar-besar dan disajikan tanpa bumbu kacang. Daging ayam yang digunakan adalah bagian paha, sehingga teksturnya sangat empuk dan juicy. Bumbunya sama dengan sate kere, yaitu kecap manis dan sedikit gurih. Meskipun tanpa bumbu kacang, sate ayam ini tetap terasa lezat dan memuaskan.

Ribuan Tusuk Ludes Setiap Hari

Salah satu fakta menarik tentang Warung Bu Sum adalah jumlah sate yang terjual setiap harinya. Menurut penuturan salah satu penjual, mereka bisa menghabiskan sekitar 2.000 hingga 3.000 tusuk sate setiap hari. Bahkan, pada pukul 10.00 pagi saja, warung ini sudah berhasil menjual 1.000 tusuk sate yang terdiri dari sate kere dan sate ayam.

Lokasi dan Jam Buka

Bagi Anda yang penasaran ingin mencicipi kelezatan Sate Kere Bu Sum, Anda bisa langsung mengunjungi warungnya di Pasar Beringharjo. Lokasinya berada di dekat pintu masuk sebelah Selatan paling Timur. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB.

Harga Terjangkau

Harga makanan di Warung Bu Sum terbilang sangat terjangkau. Seporsi Soto Ayam dibanderol dengan harga Rp 12.000, sedangkan 5 tusuk sate (bisa dicampur antara kere dan ayam) hanya Rp 15.000. Dengan harga yang ramah di kantong dan rasa yang memanjakan lidah, tak heran jika Warung Bu Sum selalu ramai dikunjungi pelanggan setia.

Warisan Kuliner yang Harus Dijaga

Warung Bu Sum bukan hanya sekadar tempat makan. Ia adalah bagian dari warisan kuliner Yogyakarta yang harus dijaga dan dilestarikan. Kelezatan Sate Kere dan Sate Ayamnya telah melegenda dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner legendaris ini saat Anda berada di Yogyakarta.

Daftar Menu di Warung Bu Sum:

  • Soto Ayam
  • Soto Daging
  • Soto Iso
  • Nasi Rames
  • Nasi Gudeg
  • Sate Kere
  • Sate Ayam
  • Pecel