Rano Karno Ungkap Kenangan Mendalam Bersama Ray Sahetapy dalam Pementasan Opera Jakarta

Jakarta - Kepergian aktor senior Ray Sahetapy menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekan seprofesinya, tak terkecuali Rano Karno. Aktor sekaligus mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengenang persahabatannya dengan Ray yang telah terjalin sejak era 1980-an. Salah satu momen yang paling membekas di ingatan Rano Karno adalah saat mereka berkolaborasi dalam sebuah pementasan opera.

"Yang paling berkesan buat saya itu Opera Jakarta," ungkap Rano Karno usai melayat di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025). Dalam opera tersebut, Rano Karno dan Ray Sahetapy memerankan karakter antagonis. Pengalaman ini menjadi kenangan manis yang tak terlupakan bagi Rano.

Rano Karno juga menuturkan kekagumannya terhadap dedikasi Ray Sahetapy dalam mendalami setiap peran yang dipercayakan kepadanya. Menurutnya, Ray adalah aktor yang sangat serius dan totalitas. "Artinya memang Ray ini orang aktor yang karakternya agak berbeda dia, serius orangnya, setiap skenario dibaca dan nggak mau diganggu karakter dia," jelas Rano. Rano menggambarkan Ray sebagai sosok yang sangat mendalami karakter dan tidak ingin ada gangguan selama proses tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu dan kesibukan masing-masing, Rano Karno dan Ray Sahetapy mulai jarang bertemu, terutama setelah era perfilman 90-an yang kemudian beralih ke televisi. "Setelah era film itu era 90-an agak berakhir masuk ke televisi kan udah lama kita nggak ketemu. Jadi di zaman-zaman perfilman lah itu persahabatannya," imbuhnya.

Kendati demikian, Rano Karno bersama Roy Marten dan Dedy Mizwar sempat menjenguk Ray Sahetapy dua tahun sebelum kepergiannya. Saat itu, Ray tengah dirawat di rumah sakit karena komplikasi penyakit diabetes. "Memang waktu itu beliau datang ke rumah sakit dia diabet kan, kakinya agak luka, ada pake sendal. Ya kita bilang udah hati-hati Ray," kenang Rano.

Ray Sahetapy menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (1/4/2025) di usia 68 tahun. Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan komplikasi penyakit diabetes, stroke, dan gangguan paru-paru.

Kepergian Ray Sahetapy bukan hanya kehilangan bagi dunia perfilman Indonesia, tetapi juga bagi para sahabat dan keluarga yang ditinggalkan. Kenangan tentang dedikasi, totalitas, dan persahabatan yang terjalin akan terus hidup dalam ingatan mereka.