Tekanan Udara dalam Kabin Picu Frekuensi Buang Angin Lebih Tinggi Saat Terbang, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena Kentut di Ketinggian: Mengapa Terbang dengan Pesawat Bisa Bikin Lebih Sering Buang Angin?

Bepergian dengan pesawat terbang menawarkan kemudahan dan kecepatan untuk menjelajahi jarak jauh. Namun, ada satu efek samping yang mungkin dialami banyak penumpang, yaitu peningkatan frekuensi buang angin atau kentut. Fenomena ini bukan tanpa alasan, dan penjelasan ilmiahnya cukup menarik untuk disimak.

Penjelasan Ilmiah di Balik Kembung di Udara

Kentut, atau buang angin, adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan gas yang terakumulasi di dalam usus. Gas ini dihasilkan dari proses pencernaan, di mana bakteri mengolah sisa-sisa makanan yang tidak tercerna sempurna. Proses ini mirip dengan fermentasi ragi pada adonan roti, yang menghasilkan gas sebagai produk sampingan.

Di permukaan tanah, tekanan atmosfer yang kita rasakan sekitar 14 PSI (pon per inci persegi). Dalam kondisi ini, rata-rata orang buang angin sekitar 12 kali sehari. Namun, di dalam kabin pesawat, tekanan atmosfer jauh lebih rendah. Pada ketinggian jelajah sekitar 7.000 kaki (2.133 meter) di atas permukaan laut, tekanan dalam kabin pesawat hanya sekitar 11 PSI.

Penurunan tekanan udara ini memengaruhi volume gas dalam tubuh. Semakin rendah tekanan, semakin besar volume gas. Hal ini menyebabkan gas di dalam usus mengembang, memicu rasa kembung dan dorongan untuk buang angin. Efek yang sama juga bisa dirasakan pada telinga, yang sering berdenging akibat perubahan tekanan.

Tips Mengurangi Kembung Saat Terbang

Jika Anda merasa tidak nyaman dengan frekuensi buang angin yang meningkat selama penerbangan, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk menguranginya:

  • Biarkan Saja: Sistem penyaringan udara di pesawat dirancang untuk menyerap dan menetralkan bau tidak sedap, termasuk bau kentut. Jadi, jangan terlalu khawatir jika Anda tidak bisa menahannya.
  • Hindari Makanan Penghasil Gas: Beberapa jenis makanan cenderung menghasilkan lebih banyak gas di dalam usus. Contohnya adalah makanan tinggi karbohidrat seperti roti dan pasta, serta minuman berkarbonasi seperti soda. Soda dapat menyebabkan Anda menelan lebih banyak udara, yang memperburuk masalah kembung.
  • Pilih Makanan Rendah Serat: Makanan rendah serat seperti pisang, telur, dan nasi putih lebih mudah dicerna dan menghasilkan lebih sedikit gas.
  • Makan Perlahan: Makan dengan terburu-buru dapat menyebabkan Anda menelan lebih banyak udara. Makanlah secara perlahan agar tubuh dapat mencerna makanan dengan lebih efisien.

Kentut: Bagian Tak Terhindarkan dari Penerbangan

Ingatlah bahwa Anda tidak sendirian. Semua orang di dalam pesawat mengalami efek yang sama terhadap tubuh mereka. Kecuali jika Anda mengumumkannya ke seluruh kabin, tidak ada yang akan menyadari bahwa Anda buang angin. Jadi, cobalah untuk rileks dan nikmati penerbangan Anda.

Dengan memahami alasan ilmiah di balik peningkatan frekuensi buang angin saat terbang dan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan membuat penerbangan Anda menjadi lebih menyenangkan.