Tim Kemanusiaan Indonesia Berhasil Evakuasi Korban Gempa Myanmar, Fokus pada Pencarian dan Layanan Medis
Tim SAR Indonesia Berhasil Evakuasi Korban Jiwa dari Reruntuhan Gempa Myanmar
Naypyidaw, Myanmar - Tim Misi Kemanusiaan Indonesia (INASAR) menunjukkan dedikasinya dalam membantu korban gempa dahsyat yang melanda Myanmar. Pada Kamis, 3 April 2025, tim berhasil mengevakuasi tiga jenazah dari reruntuhan bangunan di Naypyidaw, Myanmar. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara yang dilanda bencana.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar pada 28 Maret 2025, telah menyebabkan kerusakan parah dan hilangnya banyak nyawa. Tim INASAR, yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, BNPB, dan perwakilan lembaga terkait, segera diterjunkan ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan.
Upaya Koordinasi dan Asesmen
Setibanya di Naypyidaw pada 1 April 2025, tim INASAR segera berkoordinasi dengan tim USAR Singapura yang bertindak sebagai koordinator wilayah sektor pencarian di Naypyidaw dan Mandalay. Koordinasi ini penting untuk memastikan efektivitas dan efisiensi operasi pencarian dan penyelamatan.
Selain itu, tim Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Deputy Minister for Emergency Myanmar yang difasilitasi oleh ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center). Pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini mengenai situasi di lapangan dan menentukan area prioritas untuk operasi pencarian.
Tim INASAR kemudian diarahkan untuk melakukan asesmen dan perbantuan di perumahan pegawai negeri sipil daerah Thukha Theiddhi Ward, Naypyidaw, yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. Di lokasi ini, tim INASAR dibagi menjadi dua tim, Alfa dan Bravo, untuk melakukan operasi USAR di wilayah yang telah ditentukan.
Fokus pada Pencarian Korban dan Layanan Medis
Selain melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, tim Indonesia juga memberikan pelayanan medis kepada warga Myanmar yang terdampak gempa. Pos kesehatan darurat didirikan di sekitar Base of Operation (BoO) Tim INASAR untuk memberikan pertolongan pertama dan perawatan medis dasar kepada korban luka-luka.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tim Indonesia akan terus melakukan pemetaan worksite yang diduga masih banyak korban jiwa yang terjebak di reruntuhan. Pemetaan ini dilakukan melalui aplikasi ICMS untuk memastikan operasi pencarian dilakukan secara sistematis dan terarah.
Situasi Terkini dan Imbauan
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban gempa Myanmar. Pihaknya berharap seluruh WNI yang berada di Myanmar dalam kondisi baik.
Sugiono juga menyampaikan bahwa jumlah korban dan kerusakan akibat gempa masih dapat terus bertambah. Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.
Data terakhir menunjukkan bahwa gempa telah menyebabkan 2.886 korban jiwa dan 4.636 luka-luka. Sementara itu, sekitar 300 orang masih dinyatakan hilang.
Tim INASAR akan terus bekerja keras untuk mencari dan menyelamatkan korban gempa Myanmar. Bantuan kemanusiaan dari Indonesia ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu proses pemulihan pasca-bencana.