AC Milan Incar Fabio Paratici untuk Mengisi Kekosongan Direktur Teknik Pasca-Maldini
Dua tahun setelah kepergian Paolo Maldini, AC Milan berupaya keras untuk menemukan sosok yang tepat untuk mengisi posisi direktur teknik. Kekosongan ini diakui oleh CEO klub, Giorgio Furlani, sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi performa tim dalam beberapa musim terakhir. Kini, harapan Rossoneri tertuju pada Fabio Paratici, mantan direktur teknik Juventus yang memiliki rekam jejak gemilang.
Maldini, yang menjabat sebagai direktur teknik sejak 2019, memiliki peran vital dalam membangun skuad AC Milan yang kompetitif. Keberhasilannya mendatangkan pemain-pemain kunci seperti Theo Hernandez, Rafael Leao, Fikayo Tomori, Olivier Giroud, dan Mike Maignan menjadi bukti kejeliannya dalam memilih pemain. Puncaknya, Maldini berhasil mengantarkan AC Milan meraih gelar Scudetto pada musim 2021-2022, mengakhiri penantian panjang selama satu dekade.
Namun, kebersamaan Maldini dan AC Milan harus berakhir pada musim panas 2023. Perbedaan visi dengan manajemen klub terkait strategi transfer menjadi penyebab utama pemecatannya. Maldini menginginkan investasi besar untuk mendatangkan pemain-pemain bintang, sementara manajemen klub lebih memilih pendekatan yang lebih hemat dengan merekrut pemain-pemain muda potensial dengan harga terjangkau.
Sejak kepergian Maldini, AC Milan mengalami penurunan performa yang signifikan. Rekrutan-rekrutan baru tidak mampu memberikan dampak yang diharapkan, dan tim kesulitan untuk bersaing di level tertinggi. Musim ini, Rossoneri terancam gagal lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak musim 2020-2021.
Menyadari masalah ini, manajemen AC Milan bergerak cepat untuk mencari pengganti Maldini yang sepadan. Beberapa nama sempat masuk dalam radar, termasuk Igli Tare, Markus Krosche, Tony D'Amico, Thiago Scuro, dan Giovanni Sartori. Namun, pada akhirnya, pilihan jatuh kepada Fabio Paratici. Negosiasi dikabarkan telah mencapai tahap akhir, dan pengumuman resmi diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.
Paratici bukan nama asing di sepak bola Italia. Ia dikenal sebagai direktur teknik yang sukses selama menjabat di Juventus. Selama 11 musim, ia berhasil membawa Juventus meraih sembilan gelar Scudetto. Keberhasilannya mendatangkan pemain-pemain berkualitas seperti Andrea Barzagli, Arturo Vidal, Paulo Dybala, dan Cristiano Ronaldo menjadi bukti kemampuannya dalam membangun tim yang solid.
Meski demikian, penunjukan Paratici bukan tanpa kontroversi. Ia saat ini masih menjalani skorsing hingga 20 Juli mendatang akibat skandal plusvalenza yang melibatkan pemalsuan pembukuan finansial Juventus. Namun, AC Milan tampaknya tidak terlalu mempermasalahkan hal ini dan tetap yakin bahwa Paratici adalah sosok yang tepat untuk membawa klub kembali ke jalur kesuksesan.
CEO AC Milan, Giorgio Furlani, mengakui bahwa klub telah kehilangan arah sejak kepergian Maldini. Ia menyebut bahwa selama dua tahun terakhir, tugas direktur teknik diemban oleh beberapa orang, tanpa adanya satu sosok yang bertanggung jawab penuh. Kini, dengan kehadiran Paratici, Furlani berharap AC Milan dapat kembali memiliki visi yang jelas dan strategi yang terarah dalam membangun tim.
Berikut beberapa poin penting terkait penunjukan Fabio Paratici sebagai direktur teknik AC Milan:
- Kekosongan Direktur Teknik: AC Milan mengakui bahwa mereka belum memiliki direktur teknik yang sesungguhnya sejak kepergian Paolo Maldini.
- Penurunan Performa: Ketiadaan direktur teknik yang kompeten berdampak pada performa tim, dengan rekrutan yang kurang memuaskan dan ancaman gagal lolos ke Liga Champions.
- Pemilihan Paratici: Setelah melalui proses seleksi yang ketat, AC Milan memilih Fabio Paratici sebagai direktur teknik baru.
- Rekam Jejak Paratici: Paratici memiliki rekam jejak yang mengesankan selama menjabat di Juventus, dengan raihan sembilan gelar Scudetto.
- Kontroversi: Paratici saat ini masih menjalani skorsing akibat skandal plusvalenza.
- Harapan Furlani: CEO AC Milan berharap kehadiran Paratici dapat membawa klub kembali ke jalur kesuksesan dengan visi yang jelas dan strategi yang terarah.