Tio Pakusadewo Berduka: Ray Sahetapy, Sahabat Sejati di Masa Kelam

Kepergian aktor senior Ray Sahetapy pada 1 April 2025 meninggalkan duka mendalam bagi banyak insan perfilman Indonesia. Salah satunya adalah Tio Pakusadewo, aktor yang dikenal lewat perannya dalam film "Surat dari Praha". Bagi Tio, Ray Sahetapy bukan hanya sekadar rekan kerja, melainkan sahabat sejati yang selalu hadir di saat-saat tergelap dalam hidupnya.

Saat melayat di rumah duka yang berlokasi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Rabu (2/5/2025), Tio Pakusadewo mengenang sosok Ray sebagai pria yang penuh perhatian dan setia kawan. Kenangan yang paling membekas di benak Tio adalah dukungan yang diberikan Ray saat ia terjerat kasus narkoba pada tahun 2017.

"Saat saya akan dipindahkan dari Polda ke pusat rehabilitasi, hanya Ray yang datang menjenguk. Itu momen yang tak terlupakan," ujar Tio dengan nada suara bergetar. Ia menambahkan bahwa meski banyak orang datang menjenguknya di pusat rehabilitasi, hanya Ray yang menemaninya selama proses pemindahan dari tahanan Polda. Kehadiran Ray saat itu memberikan kekuatan dan harapan bagi Tio.

Tidak hanya sekali, Ray Sahetapy kembali memberikan dukungan moral saat Tio kembali terjerat kasus serupa pada tahun 2020. Kesetiaan Ray sebagai sahabat membuat Tio sangat terharu dan mengagumi sosoknya.

"Ray itu artinya sinar, dan selama dua dekade ia telah bersinar, menerangi panggung hiburan Indonesia," puji Tio. Ia juga mengungkapkan kekagumannya pada kecintaan Ray terhadap Indonesia dan komitmennya terhadap budaya bangsa.

Pertemuan terakhir Tio dengan Ray terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu, Tio melihat kondisi kesehatan Ray sudah mulai menurun. Meski demikian, semangat dan kecintaannya pada dunia seni peran tidak pernah pudar.

"Terakhir kali kami beradu akting dalam satu frame adalah di drama misteri 'Identitas' pada tahun 2009," kenang Tio.

Ray Sahetapy, menurut Tio, adalah sosok yang sangat mencintai Indonesia. Hal itu tercermin dalam komitmennya terhadap budaya dan bangsa. Ray selalu berusaha membimbing dan mengampanyekan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

"Dia punya cinta yang besar sama Indonesia sampai memutuskan banyak hal tentang Nusantara sebagai jalan keluar. Dia selalu membimbing, mengampanyekan bangsanya sendiri. Semoga arwahnya husnul khatimah," doa Tio untuk mendiang Ray Sahetapy.

Ray Sahetapy menghembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Aktor kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah itu meninggalkan seorang istri dan anak-anak. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Jumat (4/4/2025).

Kepergian Ray Sahetapy merupakan kehilangan besar bagi dunia perfilman Indonesia. Ia dikenang sebagai aktor berbakat, pekerja keras, dan sahabat yang setia. Karya-karyanya akan terus hidup dan menginspirasi generasi penerus.

Beberapa film dan sinetron yang pernah dibintangi Ray Sahetapy antara lain:

  • Badai Pasti Berlalu (1977)
  • Gadis Penakluk (1980)
  • Roro Mendut (1982)
  • Opera Jakarta (1985)
  • Tjoet Nja' Dhien (1988)
  • Identitas (2009)
  • Surat dari Praha (2016)

Ray Sahetapy juga aktif dalam kegiatan sosial dan budaya. Ia sering terlibat dalam kampanye pelestarian budaya Indonesia dan memberikan dukungan kepada seniman-seniman muda.