Aktor Senior Ray Sahetapy Berpulang: Keluarga Tunggu Kepulangan Surya Sahetapy untuk Pemakaman

Kabar Duka: Ray Sahetapy Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

Industri perfilman Indonesia kembali berduka. Aktor senior Ray Sahetapy menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa, 1 April 2025. Kepergian aktor yang dikenal dengan perannya yang kuat dan karakternya yang khas ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para penggemarnya.

Penantian Kepulangan Surya Sahetapy

Menurut informasi yang disampaikan oleh Charlie Sahetapy, adik kandung almarhum, proses pemakaman Ray Sahetapy akan ditunda hingga kepulangan salah satu putranya, Surya Sahetapy. Surya, buah hati Ray Sahetapy dari pernikahannya dengan penyanyi senior Dewi Yull, saat ini tengah berada di Amerika Serikat. Keluarga besar sepakat untuk menunggu kedatangan Surya agar seluruh anggota keluarga dapat berkumpul dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

"Rencananya pemakaman akan dilakukan setelah Surya tiba dari Amerika. Perkiraan kami, Surya baru akan tiba pada Kamis (3/4) malam sekitar pukul 10, sehingga pemakaman kemungkinan akan dilaksanakan pada hari Jumat. Rencananya di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, tetapi untuk jamnya masih belum dipastikan," ujar Charlie Sahetapy saat ditemui di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (2/4/2025).

Perjuangan Melawan Penyakit

Ray Sahetapy, aktor yang telah berkecimpung di dunia seni peran sejak era 1980-an, diketahui telah lama berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Charlie mengungkapkan bahwa almarhum telah mengidap diabetes sejak tahun 2017, yang kemudian berdampak pada perubahan gaya berjalannya. Kondisi kesehatan Ray Sahetapy semakin menurun setelah mengalami stroke pada tahun 2023.

"Sejak 2017, Mas Ray sudah didiagnosis diabetes. Kami melihat ada perubahan pada cara berjalannya. Semangatnya juga tidak seperti dulu," kata Charlie dengan nada sedih.

Keluarga, dengan penuh kasih sayang, memberikan perawatan intensif kepada Ray Sahetapy setelah serangan stroke tersebut. Bahkan, almarhum sempat mengalami kondisi kritis akibat tersedak, yang mengharuskan perawatan intensif di rumah sakit. Meski sempat menunjukkan perkembangan positif, kondisi paru-paru Ray Sahetapy terus menurun, yang kemudian menjadi penyebab utama kepergiannya.

"Kami sempat membawanya ke RSCM dan kondisinya lumayan membaik. Tapi, lama kelamaan kondisinya semakin menurun. Kemudian, kami membawanya ke RSPAD dengan harapan kondisinya bisa lebih stabil. Ternyata, masalah pada paru-parunya cukup parah. Sempat dua kali sesak napas dan harus masuk ICU. Setelah kondisinya stabil, HB-nya terus menurun dan tensinya juga sudah sangat rendah. Kami sekeluarga sudah berupaya semaksimal mungkin, tapi jika Tuhan sudah berkehendak, kami bisa apa," tutur Charlie dengan suara bergetar.

Kenangan Abadi Ray Sahetapy

Ray Sahetapy meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam dunia perfilman Indonesia. Karya-karyanya, termasuk film-film ikonis seperti Pacarku Anak Koruptor, akan terus dikenang dan dinikmati oleh generasi mendatang. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi industri hiburan tanah air, namun warisan seninya akan terus hidup dalam setiap peran yang pernah ia mainkan.

Keluarga dan kerabat berharap agar almarhum Ray Sahetapy diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.