Pantai Manorang Sapeken Hadirkan Sensasi 'Hangout' Unik di Atas Rakit Bambu
Pesona Baru Pulau Sapeken: Wisata Rakit Apung di Pantai Manorang
Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menghadirkan destinasi wisata menarik, kali ini di Pulau Sapeken yang eksotis. Pantai Manorang, yang terletak di Desa Pulau Sakala, kini menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung: bersantai di atas rakit apung yang terbuat dari bambu.
Dengan membayar tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp 2.000, pengunjung dapat menaiki rakit berukuran 6x4 meter yang telah dilengkapi dengan fasilitas layaknya kafe terapung. Di atas rakit tersedia meja panjang dengan deretan kursi, memungkinkan pengunjung untuk menikmati pemandangan laut sambil bersantap atau bercengkerama dengan keluarga dan teman.
Fasilitas dan Kuliner di Atas Rakit
Lebih dari sekadar tempat bersantai, rakit apung ini juga menawarkan berbagai fasilitas menarik. Bagi yang gemar bernyanyi, tersedia fasilitas karaoke untuk menghibur diri sambil menikmati suasana pantai. Selain itu, berbagai pilihan kuliner juga tersedia, mulai dari es kelapa muda yang segar hingga camilan dan makanan berat lainnya.
- Es kelapa muda: Rp 15.000
- Camilan: Es buah, pisang cokelat, empek-empek, pop ice
- Makanan berat: Nasi goreng, lalapan
Uniknya, pesanan makanan dan minuman diantarkan menggunakan kotak gabus yang ditarik dari bibir pantai ke rakit. Pengunjung dapat memesan sebelum rakit bertolak dan menikmati hidangan mereka sambil mengapung di atas air.
Menikmati Keindahan Pantai dari Sudut Pandang Berbeda
Selama berada di atas rakit, pengunjung dapat menikmati keindahan Pantai Manorang dari sudut pandang yang berbeda. Hamparan air laut yang tenang, pesisir pantai yang asri, langit yang luas, dan gugusan pulau-pulau kecil yang ditumbuhi mangrove menciptakan pemandangan yang memanjakan mata. Jaring panaret berwarna cokelat yang dibentangkan di atas rakit memberikan perlindungan dari terik matahari, menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman.
Rakit Tradisional dengan Sentuhan Modern
Rakit yang digunakan terbuat dari bambu dan katir, sebuah alat tradisional yang digunakan untuk menyeimbangkan perahu. Kombinasi antara material tradisional dan fasilitas modern menjadikan wisata rakit apung ini unik dan menarik.
Sambutan Hangat dari Pengunjung
Wisata rakit apung di Pantai Manorang baru dibuka pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dan direncanakan akan beroperasi hingga Lebaran Ketupat. Meskipun baru dibuka, antusiasme pengunjung sangat tinggi. Tidak hanya warga Pulau Sakala, pengunjung juga berdatangan dari desa-desa kepulauan lain seperti Desa Pagerungan Besar, Desa Pagerungan Kecil, Desa Sadulang, dan Sapeken.
Berwisata Sambil Beramal
Selain menikmati keindahan alam dan fasilitas yang tersedia, pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan amal. Pengelola wisata menyediakan kupon yang hasil penjualannya akan digunakan untuk perbaikan masjid. Kupon dapat dibeli seikhlasnya dan akan diundi pada Hari Raya Ketupat dengan hadiah hiburan yang menarik.
Pantai Manorang dengan wisata rakit apungnya menawarkan pengalaman liburan yang unik dan berkesan. Kombinasi antara keindahan alam, fasilitas yang memadai, dan sentuhan tradisional menjadikan destinasi ini layak untuk dikunjungi saat berada di Pulau Sapeken.