Usman, Kakek 70 Tahun di Polewali Mandar, Pilih Pungut Kardus Bekas Usai Salat Id Demi Nafkahi Keluarga

Di tengah gegap gempita perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah, potret perjuangan hidup seorang lansia bernama Usman (70) di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menyentuh hati banyak orang. Alih-alih bersukacita merayakan Lebaran bersama keluarga, Usman justru memilih berkeliling memungut kardus bekas usai pelaksanaan Salat Id, Senin (31/3/2025).

Kakek Usman, warga Kelurahan Manding, terlihat cekatan memilah dan mengumpulkan kardus-kardus yang berserakan di lapangan dan sekitar tempat ibadah. Kardus-kardus tersebut sebelumnya digunakan oleh jamaah sebagai alas salat. Dengan menggunakan becak tua yang menjadi andalannya, ia mengangkut tumpukan kardus bekas itu untuk kemudian dijual ke pengepul.

"Alhamdulillah, ini rezeki Lebaran," ujarnya dengan nada syukur. Usman menjelaskan bahwa momen Idul Fitri membawa berkah tersendiri baginya. Ia tidak perlu bersusah payah mencari kardus bekas hingga pelosok kota. Cukup mendatangi lokasi-lokasi yang ramai digunakan untuk Salat Id, kardus-kardus itu sudah tersedia dan siap dipungut.

Berkah Lebaran di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Usman mengakui bahwa penghasilan dari mengumpulkan kardus bekas pada hari Lebaran jauh lebih besar dibandingkan hari-hari biasa. Jika pada hari biasa ia harus berkeliling ke emperan toko dan pasar untuk mencari kardus, pada momen Lebaran, kardus-kardus itu terkumpul di satu tempat. Hal ini tentu sangat meringankan pekerjaannya.

Meski usianya sudah senja, Usman tak punya pilihan lain. Ia harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Baginya, Lebaran kali ini menjadi momen untuk tetap bersyukur atas rezeki yang diberikan Tuhan, meski harus dijemput dengan kerja keras.

"Daripada saya bersantai di rumah, lebih baik saya mencari rezeki halal untuk keluarga," ungkapnya.

Kardus Bekas, Secercah Harapan Keluarga Usman

Kardus-kardus bekas yang dikumpulkan Usman kemudian dijual ke pengepul dengan harga Rp 700 per kilogram. Hasil penjualan tersebut menjadi tumpuan hidup keluarganya. Usman berharap, dengan kerja kerasnya, ia dapat terus menafkahi keluarganya dan memberikan kehidupan yang layak.

Kisah Kakek Usman ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik kemeriahan Idul Fitri, masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semangat pantang menyerah dan rasa syukur yang ditunjukkan Usman patut menjadi teladan bagi kita semua.

Kisah Usman juga menjadi cerminan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang berbagi, peduli, dan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan. Semoga kisah Usman ini dapat menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih peduli terhadap sesama.

Harga Kardus Bekas dan Tantangan Ekonomi

Usman mengungkapkan bahwa harga kardus bekas yang ia jual ke pengepul adalah Rp 700 per kilogram. Harga ini tentu tidak seberapa, namun bagi Usman, setiap rupiah sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Tantangan ekonomi yang dihadapi Usman dan keluarganya adalah potret dari realitas kehidupan sebagian masyarakat Indonesia yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Pesan Moral dari Kisah Usman

Kisah Usman mengajarkan kita beberapa hal penting, yaitu:

  • Kerja keras dan pantang menyerah: Usman, di usia senjanya, tetap bekerja keras untuk menafkahi keluarganya.
  • Rasa syukur: Usman tetap bersyukur atas rezeki yang diberikan Tuhan, meski harus dijemput dengan kerja keras.
  • Kepedulian terhadap keluarga: Usman rela berkorban demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
  • Idul Fitri sebagai momen berbagi: Kisah Usman mengingatkan kita untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

Semoga kisah Usman ini dapat menginspirasi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi orang lain.