Istana Merdeka: Prabowo Subianto Gelar Open House Perdana Sebagai Presiden Republik Indonesia
Istana Merdeka: Prabowo Subianto Gelar Open House Perdana Sebagai Presiden Republik Indonesia
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyelenggarakan acara open house di Istana Merdeka, Jakarta, pada Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Acara ini menandai open house pertama yang diadakan Prabowo sejak resmi menjabat sebagai Presiden pada Oktober 2024.
"Setelah melaksanakan Salat Idul Fitri, Presiden Prabowo akan menuju Istana Merdeka untuk acara gelar griya. Acara ini ditujukan sebagai wadah silaturahmi antara Presiden Prabowo dengan para pejabat negara, Duta Besar dari negara-negara sahabat, tokoh-tokoh nasional, dan masyarakat umum," ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, dalam keterangan resminya, Senin (31/3/2025).
Istana Merdeka: Simbol Kekuasaan dan Sejarah
Istana Merdeka, yang berlokasi strategis di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, dan menghadap langsung ke Taman Monumen Nasional, bukan sekadar bangunan megah. Ia adalah simbol kekuasaan negara dan saksi bisu perjalanan sejarah bangsa. Biasanya, Istana ini tidak dibuka untuk umum, mengingat fungsinya yang vital sebagai kediaman resmi dan pusat kegiatan administratif Presiden Republik Indonesia.
Sejarah panjang Istana Merdeka bermula pada masa kolonial Belanda, tepatnya tahun 1873. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Drossares dan pembangunannya rampung pada tahun 1879, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johan Willem Van Landsbarge. Awalnya, istana ini bernama Paleis Koningsplein dan berfungsi sebagai kediaman resmi gubernur jenderal Hindia Belanda.
Seiring berjalannya waktu, nama Paleis Koningsplein berganti menjadi Istana Gambir. Perubahan signifikan terjadi setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tahun 1949, ketika bangunan ini resmi menyandang nama Istana Merdeka.
Istana Merdeka menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah bangsa. Salah satunya adalah penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949. Sri Sultan Hamengkubuwono IX hadir sebagai perwakilan RIS, sementara Kerajaan Belanda diwakili oleh A.H.J. Lovink, Wakil Tinggi Mahkota di Indonesia.
Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, menjadi penghuni pertama Istana Merdeka pada tanggal 28 Desember 1949, setibanya dari Yogyakarta.
Arsitektur Istana Merdeka: Perpaduan Gaya Klasik dan Sentuhan Lokal
Arsitektur Istana Merdeka mencerminkan perpaduan gaya klasik Eropa dengan sentuhan lokal yang cerdas. Bangunan seluas 2.400 m2 ini memancarkan kemegahan dengan warna putih yang mendominasi.
Inspirasi rumah panggung terlihat dalam desain Istana Merdeka. Konsep ini diadaptasi untuk mengantisipasi potensi banjir atau pasang surut air, sekaligus berfungsi sebagai ventilasi alami untuk menyejukkan ruangan.
Keunikan lainnya terletak pada pilar-pilar besar di bagian fasad Istana. Pilar-pilar ini merupakan ciri khas arsitektur Palladian, yang terinspirasi dari gaya Yunani klasik. Gaya Palladian memberikan kesan kokoh dan anggun pada bangunan, selaras dengan citra yang ingin ditampilkan.
Istana Merdeka terdiri dari berbagai ruangan dengan fungsi dan keunikan masing-masing, diantaranya:
- Ruang Serambi Depan: Dihiasi dengan tiga lampu gantung kristal yang indah dari Ceko.
- Ruang Kredensial
- Ruang Koridor
- Ruang Jepara: Interiornya didominasi nuansa Jawa Tengah dengan furnitur ukir khas Jepara.
- Ruang Terima Tamu Ibu Negara
- Ruang Resepsi
- Ruang Kerja Presiden
- Ruang Bendera Pusaka
- Ruang Serambi Belakang
Setiap ruangan di Istana Merdeka menyimpan cerita dan nilai sejarah yang tak ternilai harganya. Dengan digelarnya open house oleh Presiden Prabowo, masyarakat memiliki kesempatan langka untuk lebih dekat mengenal Istana Merdeka, simbol penting dari perjalanan bangsa Indonesia.