Antisipasi Arus Balik Halal Bihalal, Polri Siapkan Strategi Rekayasa Lalu Lintas
markdown Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah mempersiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi potensi lonjakan arus balik pemudik pasca perayaan halal bihalal Idul Fitri 1446 H. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam menghadapi dinamika pergerakan masyarakat yang diperkirakan akan meningkat signifikan.
"Kami memprediksi adanya peningkatan mobilitas masyarakat setelah kegiatan halal bihalal, baik pada hari H maupun H+1 Lebaran. Oleh karena itu, kami meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan," ujar Kapolri saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Minggu (30/3/2025).
Menurut perkiraan pemerintah, sekitar 20% dari total pemudik yang diprediksi mencapai 2,1 juta orang masih akan melakukan perjalanan setelah hari raya. Hal ini menjadi perhatian utama Polri untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas.
Untuk mengatasi potensi kepadatan, Kapolri menginstruksikan penerapan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk:
- Contraflow: Pengaturan lalu lintas dengan memfungsikan jalur berlawanan arah untuk meningkatkan kapasitas jalan.
- One Way Lokal: Pemberlakuan sistem satu arah pada ruas jalan tertentu di wilayah lokal untuk mengurai kepadatan.
- One Way Nasional: Penerapan sistem satu arah pada ruas jalan tol atau arteri nasional yang dianggap krusial.
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Rapat koordinasi yang melibatkan Menko Polhukam, Panglima TNI, Menteri Perhubungan, Kepala BMKG, dan pejabat tinggi lainnya bertujuan untuk menyinergikan upaya pengamanan dan pelayanan selama periode Lebaran.
Selain fokus pada arus lalu lintas, Polri juga meningkatkan pengamanan di tempat-tempat ibadah. Sebanyak 78.506 masjid dan 38.390 lokasi lainnya yang digunakan untuk pelaksanaan Shalat Id menjadi prioritas pengamanan.
Sebelumnya, Polri telah mengerahkan 164.298 personel gabungan untuk mengamankan malam takbiran dan perayaan Idul Fitri. Langkah ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode penting ini.
Kesiapan Polri dalam menghadapi arus balik halal bihalal Idul Fitri merupakan bagian dari Operasi Ketupat 2025. Operasi ini bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada para pemudik.