Gunung Ibu Erupsi: Semburan Abu Vulkanik Capai 1 Kilometer, Status Siaga Diberlakukan

Erupsi Gunung Ibu: Masyarakat Diminta Waspada Dampak Abu Vulkanik

HALMAHERA BARAT, MALUKU UTARA – Gunung Ibu, yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Minggu, 30 Maret 2025, pukul 16.24 WIT. Erupsi ini menghasilkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak gunung.

Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Ibu, Axl Roeroe, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal terpantau condong ke arah barat daya. Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 1 menit 7 detik. Data ini menunjukkan kekuatan erupsi yang signifikan dan perlunya kewaspadaan.

Saat ini, status Gunung Ibu masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini mengindikasikan bahwa aktivitas gunung berpotensi membahayakan, dan peningkatan aktivitas vulkanik masih mungkin terjadi. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar gunung dan para pengunjung atau wisatawan diimbau untuk mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Imbauan Keselamatan Bagi Masyarakat

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk:

  • Tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu.
  • Menjauhi perluasan sektoral sejauh 5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara gunung.
  • Menggunakan pelindung hidung, mulut, dan mata jika terjadi hujan abu.

Imbauan ini sangat penting untuk dipatuhi demi keselamatan dan menghindari dampak buruk dari erupsi Gunung Ibu. Hujan abu dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu, abu vulkanik juga dapat merusak tanaman, mencemari sumber air, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Rangkaian Erupsi Gunung Ibu

Erupsi pada Minggu sore ini menambah daftar panjang aktivitas vulkanik Gunung Ibu. Tercatat, gunung ini telah mengalami enam kali erupsi sejak awal Maret 2025. Intensitas erupsi yang bervariasi menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Ibu masih dinamis dan perlu terus dipantau secara seksama.

Pemantauan intensif oleh PVMBG dan koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Dengan kesiapsiagaan dan kerjasama yang baik, diharapkan dampak erupsi Gunung Ibu dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat dapat terjaga.