Hindari Pembelian Busana Lebaran Kekinian yang Berlebihan, Ini Saran Pakar Mode
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan busana Lebaran semakin meningkat. Namun, pakar modest fashion sekaligus Co-founder Markamarie, Franka Soeria, memberikan pandangan yang berbeda. Ia menyarankan agar masyarakat tidak terlalu terpaku pada tren sesaat dalam memilih pakaian Lebaran.
Dalam acara Raya Fashion Fest di Central Park Mall, Jakarta, Franka Soeria mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena pembelian busana Lebaran yang hanya mengikuti tren viral. Menurutnya, pakaian yang sedang populer saat ini berpotensi menjadi usang dan berakhir menjadi tumpukan sampah di lemari. "Jadi, makanya jangan cari baju yang trendy banget," tegasnya.
Alih-alih berburu pakaian yang sedang tren, Franka Soeria mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja. Ia menyarankan untuk memilih busana Lebaran yang memiliki fleksibilitas tinggi, sehingga mudah dipadupadankan dengan item fashion lainnya. "Menurut aku, sih, caranya cari baju Lebaran yang bisa di-mix and match," ujarnya.
Franka Soeria menekankan pentingnya memilih pakaian dengan desain timeless dan berkualitas. Busana dengan desain klasik dan abadi akan selalu relevan dan dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, tidak terbatas hanya pada momen Lebaran. Dengan demikian, pakaian tersebut tidak hanya menjadi investasi jangka panjang, tetapi juga mengurangi potensi pemborosan dan penumpukan pakaian yang tidak terpakai.
"Enggak perlu disimpan lama-lama kalau masih bisa di-mix and match," imbuhnya. Franka Soeria menjelaskan bahwa dengan kemampuan memadupadankan pakaian, pengguna dapat menciptakan berbagai tampilan yang berbeda dengan koleksi yang terbatas. Hal ini tentu lebih hemat dan berkelanjutan dibandingkan dengan membeli banyak pakaian yang hanya dikenakan sekali atau dua kali.
Namun, jika seseorang tetap ingin mengikuti tren dan membeli pakaian yang sedang populer, Franka Soeria menyarankan untuk memilih opsi yang lebih terjangkau. Dengan demikian, jika pakaian tersebut tidak lagi relevan atau rusak, kerugian yang dialami tidak terlalu besar. "Kalau beli baju trendy, sejujurnya lebih baik yang murah karena trennya sebentar, habis itu, ya udah rusak enggak masalah," jelasnya.
Secara keseluruhan, Franka Soeria mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam berbelanja pakaian Lebaran. Ia menekankan pentingnya memilih busana yang timeless, fleksibel, dan berkualitas, sehingga dapat dikenakan dalam jangka panjang dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan demikian, perayaan Lebaran tetap dapat dilakukan dengan penuh gaya tanpa harus mengorbankan prinsip keberlanjutan.
Tips Memilih Baju Lebaran dari Franka Soeria:
- Prioritaskan Fleksibilitas: Pilih pakaian yang mudah dipadupadankan dengan item fashion lain.
- Pilih Desain Timeless: Hindari pakaian yang hanya mengikuti tren sesaat.
- Pertimbangkan Kualitas: Investasi pada pakaian berkualitas akan lebih awet dan berkelanjutan.
- Bijak dalam Mengikuti Tren: Jika ingin membeli pakaian trendy, pilih opsi yang lebih terjangkau.
- Utamakan Keberlanjutan: Hindari pemborosan dan penumpukan pakaian yang tidak terpakai.