Bangkok Ditetapkan Sebagai Zona Bencana Setelah Gempa Myanmar Guncang Thailand: Kesaksian Turis dan Dampak Signifikan

Gempa Myanmar Guncang Thailand: Bangkok Ditetapkan Sebagai Zona Bencana

Bangkok, Thailand, kini berada dalam status zona bencana menyusul gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di Myanmar dan mengguncang wilayah Thailand pada Jumat (28/3). Getaran kuat tersebut memicu kepanikan di kalangan warga dan wisatawan, serta menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Kesaksian Turis: Kepanikan di Tengah Gempa

Cindy Casey Henwood, seorang turis yang sedang berada di Bangkok bersama suaminya untuk urusan bisnis, menceritakan pengalaman mencekam saat gempa terjadi. Saat tengah menikmati makan siang di pusat perbelanjaan EmSphere, mereka merasakan guncangan hebat.

"Cukup buruk. Tanah, meja, lampu, semuanya bergoyang," ujarnya menggambarkan situasi panik saat itu. Mereka segera memutuskan untuk menyelamatkan diri dan menemukan kerumunan orang berteriak dan menjerit saat mencapai pintu keluar mal. Sekembalinya ke hotel, mereka kembali diminta untuk mengungsi karena potensi gempa susulan. Alarm hotel meraung, memaksa semua orang untuk menunggu di luar tanpa informasi yang jelas.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Pang Xue Qiang, seorang warga Singapura yang sedang berada di dalam taksi menuju distrik Thonglor. Ia merasakan guncangan kuat sekitar pukul 13.30 dan segera keluar dari taksi. Ia melihat gedung-gedung bergoyang dan orang-orang berlarian ke jalan.

"Saya menguatkan diri untuk memastikan saya tidak berhalusinasi," kata Pang, menggambarkan kebingungan dan ketakutannya. "Semua orang meninggalkan segalanya, semua toko kosong dan kami semua dengan panik menunggu berita atau kabar terbaru di ponsel kami, di tempat terbuka."

Menurutnya, jalanan kota menjadi macet total, pemandangan yang belum pernah ia saksikan sebelumnya di Bangkok.

Dampak Gempa: Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur

Wakil Gubernur Bangkok, Tavida Kamolvej, mengonfirmasi bahwa setidaknya sembilan orang tewas akibat gempa tersebut. Delapan korban jiwa dilaporkan akibat runtuhnya bangunan yang sedang dalam proses pembangunan, sementara satu orang lainnya meninggal di lokasi terpisah. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih dapat bertambah.

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, memerintahkan pemeriksaan keamanan menyeluruh terhadap seluruh bangunan di Bangkok. Meskipun demikian, belum ada kejelasan mengenai bagaimana proses pemeriksaan ini akan dilaksanakan.

Zona darurat telah diberlakukan di Bangkok. Beberapa layanan transportasi publik, seperti metro dan kereta, dihentikan sementara akibat gempa. Jalan-jalan di ibu kota dipenuhi oleh warga yang berusaha berjalan pulang atau mencari perlindungan di pintu masuk pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran.

Pemerintah kota mengumumkan bahwa taman-taman kota akan tetap dibuka sepanjang malam untuk memberikan tempat berlindung bagi warga yang tidak dapat kembali ke rumah mereka.

Situasi di Bangkok masih belum stabil, dan pemerintah terus berupaya untuk menangani dampak gempa dan memberikan bantuan kepada para korban.