Antisipasi Puncak Arus Mudik Lebaran 2025: Lebih dari 258 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta di H-3
Kakorlantas Polri memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 terjadi pada H-3, dengan lebih dari 258 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta.
Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Kakorlantas Polri, menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, terjadi peningkatan signifikan jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025. Pada hari Jumat, 28 Maret 2025, tercatat 258.383 kendaraan meninggalkan ibu kota, meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang mencatat 224.074 kendaraan.
"Puncak arus mudik Lebaran 2025 diperkirakan terjadi pada hari Jumat, 28 Maret 2025, dengan jumlah kendaraan yang keluar Jakarta mencapai 258.383," ujar Irjen Agus.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Polri menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Salah satunya adalah contraflow yang diberlakukan secara bertahap.
- Tahap pertama contraflow dilakukan dari Km 47 hingga Km 55.
- Kemudian, dilanjutkan dengan contraflow tahap kedua dari Km 55 hingga Km 70.
"Hari ini, kami memperbarui informasi mengenai rekayasa lalu lintas di H-2 dengan memberlakukan contraflow satu lajur dari Km 47 hingga Km 55. Selanjutnya, kami memperpanjang contraflow hingga Km 70 Tol Jakarta-Cikampek," jelas Irjen Agus.
Selain contraflow, Polri juga memberlakukan sistem one way nasional dari Km 70 Cikampek hingga Km 414 Kalikangkung, Semarang. Sistem ini mulai diberlakukan sejak Jumat, 28 Maret 2025, pukul 09.00 WIB dan akan terus dievaluasi berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan.
"One way nasional dari Km 70 Cikampek sampai dengan KM 414 Kalikangkung Semarang mulai Jumat, 28 Maret 2025 pukul 09.00 WIB masih diberlakukan dengan memperhatikan traffic counting dan bangkitan arus," terang Irjen Agus.
Kakorlantas Polri memastikan bahwa situasi arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2025 masih terkendali dan kondusif. Polri terus berupaya untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
"Situasi arus lalu lintas secara umum terkendali dan kondusif," pungkas Irjen Agus.
Diharapkan dengan berbagai upaya rekayasa lalu lintas dan pengawasan ketat dari petugas kepolisian, perjalanan mudik masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman. Pemudik juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan dari petugas di lapangan agar tercipta suasana mudik yang tertib dan selamat sampai tujuan.