Dampak Nyepi 2025: Puluhan Penerbangan Surabaya-Bali Dibatalkan, Bandara Ngurah Rai Hentikan Operasional

Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947/2025, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali akan menghentikan seluruh operasional penerbangannya selama 24 jam penuh. Konsekuensi dari penutupan ini adalah pembatalan sedikitnya 32 penerbangan yang menghubungkan Surabaya dan Bali.

Bandara Internasional Juanda di Surabaya mengkonfirmasi bahwa total 32 penerbangan terdampak, dengan rincian 16 penerbangan dari Surabaya menuju Bali dan 16 penerbangan sebaliknya. General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan detail pembatalan penerbangan dari berbagai maskapai:

  • Lion Air: 6 penerbangan
  • Super Air Jet: 4 penerbangan
  • Citilink: 4 penerbangan
  • Garuda Indonesia: 1 penerbangan
  • Batik Air: 1 penerbangan

Penutupan Bandara Ngurah Rai sendiri akan berlangsung mulai pukul 06.00 WITA pada hari Sabtu, 29 Maret 2025, dan akan kembali beroperasi normal pada pukul 06.00 WITA hari Minggu, 30 Maret 2025. Keputusan ini didasarkan pada Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A0131/25 dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor: B.16.100.3.4/865/LLJ/DISHUB Tahun 2025, yang mengatur pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Saka 1947.

Sementara itu, operasional penerbangan di Bandara Juanda selain rute Surabaya-Bali dipastikan akan berjalan seperti biasa sesuai jadwal. Tohir menghimbau kepada seluruh calon penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan agar segera menghubungi maskapai penerbangan terkait untuk melakukan penyesuaian jadwal perjalanan. Pihak bandara juga menyarankan penumpang untuk secara proaktif mencari informasi terbaru mengenai status penerbangan mereka.

Meskipun terjadi penutupan rute penerbangan ke Bali, Bandara Juanda memperkirakan bahwa jumlah penumpang akan tetap tinggi mengingat periode Nyepi kali ini bertepatan dengan musim libur Lebaran. Antisipasi terhadap lonjakan penumpang tetap menjadi fokus utama pihak pengelola bandara untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan para pengguna jasa.

Dengan adanya pembatalan penerbangan ini, diharapkan para calon penumpang dapat memahami dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka. Koordinasi antara pihak bandara, maskapai penerbangan, dan penumpang menjadi kunci untuk meminimalkan dampak negatif dari penutupan sementara Bandara Ngurah Rai selama Hari Raya Nyepi.