Kreativitas Anak Cirebon Ciptakan 'Bazoka Spiritus' untuk Ramaikan Ngabuburit

Kreativitas Anak Cirebon Ciptakan 'Bazoka Spiritus' untuk Ramaikan Ngabuburit

Suasana sore hari di Lapangan Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Selasa (4/4/2025), diramaikan oleh bunyi ledakan kecil yang beruntun. Suara-suara tersebut berasal dari permainan unik yang diciptakan oleh anak-anak setempat: bazoka spiritus. Permainan tradisional modern ini menjadi alternatif hiburan bagi anak-anak saat menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) selama bulan Ramadan.

Para bocah tampak antusias memainkan alat yang mereka sebut bazoka spiritus tersebut. Salah seorang di antaranya, Tio (12 tahun), dengan bangga memamerkan karyanya. Ia menjelaskan bahwa bazoka spiritus buatannya merupakan hasil kreativitas sendiri berbekal tutorial dari YouTube dan memanfaatkan barang-barang bekas. Bahan-bahannya sederhana: botol plastik bekas, kaleng bekas, pemantik korek api bekas, dan spiritus. Tio bahkan mengaku bazokanya sudah berusia tiga tahun dan masih berfungsi dengan baik, meskipun telah berkarat.

Proses pembuatan bazoka spiritus ini ternyata cukup sederhana. Botol plastik dipotong menjadi dua bagian. Ujung kaleng dilubangi kecil-kecil dan disambung dengan ujung botol plastik. Untuk memperkuat sambungan, Tio menggunakan lem dan selotip hitam. Lubang kecil di dekat tutup botol berfungsi sebagai tempat pemantik korek api. Cara penggunaannya pun mudah: spiritus disemprotkan ke dalam botol, kemudian dikocok agar merata. Setelah itu, pemantik ditekan, dan bam, suara ledakan pun keluar. Tio menjelaskan bahwa kerataan spiritus mempengaruhi kerasnya suara ledakan. Spiritus yang digunakan dibeli dari toko bangunan dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp2.000 per botol kecil.

Bagi Tio dan teman-temannya, bermain bazoka spiritus di Lapangan Ciperna telah menjadi tradisi rutin selama Ramadan. Mereka lebih memilih permainan ini daripada bermain handphone. Keunggulan bazoka spiritus menurut Tio adalah suaranya yang nyaring tanpa menimbulkan bahaya karena tidak panas dan hanya menghasilkan suara ledakan. Permainan ini pun diubah menjadi sebuah perlombaan di mana kelompok dengan suara ledakan terkeras keluar sebagai pemenang. Keunikan permainan ini juga menarik perhatian Juan (13 tahun) yang juga turut serta meramaikan suasana ngabuburit di lapangan tersebut.

Juan menambahkan bahwa permainan bazoka spiritus ini akan semakin ramai saat Idul Fitri nanti. Ia juga membandingkan dengan permainan meriam tradisional yang menggunakan bambu dan karbit atau minyak, yang menurutnya lebih berbahaya. “Ini kan pakai spiritus, jadi nggak bahaya,” ujarnya seraya bergegas menuju penjual es kelapa untuk berbuka puasa. Permainan bazoka spiritus ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga mencerminkan kreativitas dan daya juang anak-anak Ciperna dalam memanfaatkan barang bekas dan menciptakan keseruan tersendiri selama bulan Ramadan.

  • Proses Pembuatan: Botol plastik dan kaleng bekas dirangkai menjadi satu, kemudian diberi pemantik korek api.
  • Cara Bermain: Spiritus disemprotkan, dikocok, dan pemantik ditekan untuk menghasilkan suara ledakan.
  • Bahan Baku: Botol plastik bekas, kaleng bekas, pemantik korek api bekas, spiritus.
  • Lokasi Bermain: Lapangan Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
  • Tujuan Bermain: Hiburan saat ngabuburit selama bulan Ramadan.