Waskita Karya Sukses Tekan Tunggakan Utang Vendor Menjadi Rp 383 Miliar
Waskita Karya Sukses Tekan Tunggakan Utang Vendor Menjadi Rp 383 Miliar
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil mengurangi secara signifikan tunggakan pembayaran kepada para vendornya. Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, menyampaikan kabar positif ini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Rabu, 5 Maret 2025. Hanugroho menjelaskan bahwa total utang perusahaan kepada vendor pada akhir tahun 2024 mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu Rp 3,78 triliun. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar, yakni Rp 2,1 triliun, merupakan utang jatuh tempo (past due) yang berasal dari proyek-proyek yang dikerjakan sebelum tahun 2021. Pembayaran utang kepada vendor ini menjadi prioritas utama perusahaan dalam rangka pembenahan keuangan dan menjaga kepercayaan mitra bisnis.
Upaya yang dilakukan Waskita Karya untuk melunasi tunggakan tersebut membuahkan hasil yang memuaskan. Hingga akhir tahun 2024, perusahaan berhasil menyelesaikan hampir 82 persen dari total utang past due kepada vendor. Hal ini berarti, sisa tunggakan yang masih harus dilunasi kini hanya sebesar Rp 383 miliar. Prestasi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansialnya dan memperbaiki reputasinya di industri konstruksi.
Hanugroho menekankan pentingnya kehati-hatian dalam proses pelunasan utang. "Case di Waskita ini kan banyak, jadi kita harus prudent (hati-hati), kita enggak mau mengeluarkan uang tanpa dokumen atau data yang benar. Kadang-kadang data lengkap tapi informasinya enggak valid. Ini yang kita cukup harus hati-hati," ujarnya. Proses verifikasi dan validasi data menjadi langkah krusial untuk memastikan setiap pembayaran dilakukan secara tepat dan akuntabel. Meskipun demikian, Hanugroho memastikan bahwa para vendor tetap menjadi prioritas utama dalam strategi pelunasan utang perusahaan. Proses percepatan pembayaran kepada vendor terus didorong secara intensif.
Keberhasilan Waskita Karya dalam mengurangi tunggakan utang kepada vendor ini merupakan langkah signifikan dalam upaya restrukturisasi keuangan perusahaan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan membuka peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah di masa mendatang. Selain itu, langkah ini juga penting untuk menjaga hubungan baik dengan para vendor dan memastikan kelancaran operasional proyek-proyek Waskita Karya ke depannya. Komitmen perusahaan untuk menyelesaikan seluruh tunggakan utang menunjukkan keseriusan Waskita Karya dalam membangun kembali kepercayaan publik dan mitra bisnisnya.
Berikut poin-poin penting terkait keberhasilan Waskita Karya dalam mengurangi utang vendor:
- Total utang kepada vendor pada akhir 2024: Rp 3,78 triliun
- Utang past due (sebelum 2021): Rp 2,1 triliun
- Persentase utang past due yang telah dilunasi: 82%
- Sisa utang past due yang harus dilunasi: Rp 383 miliar
- Prioritas utama: Pelunasan utang kepada vendor
- Strategi: Kehati-hatian dalam verifikasi data dan validasi dokumen