Kisah Mudik: Ibu dan Anak Tertidur di Bus, Dievakuasi PJR dari Tol Cipali
Insiden Mudik: Ibu dan Anak Dievakuasi dari Tol Cipali Usai Ketinggalan Pemberhentian
Momen mudik seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan dan penuh kebahagiaan. Namun, nasib kurang beruntung menimpa seorang ibu bernama Asri (37) dan anak laki-lakinya yang berusia 5 tahun. Keduanya terpaksa mengakhiri perjalanan mudik gratis mereka di ruas Tol Cipali setelah tertidur pulas dan terlewat titik pemberhentian yang seharusnya.
Kejadian bermula ketika Asri dan putranya menumpang bus mudik gratis dari Banten dengan tujuan Jatiwangi, Jawa Barat. Kelelahan setelah perjalanan panjang membuat keduanya terlelap. Tanpa disadari, bus telah melewati titik pemberhentian yang seharusnya, dan mereka baru menyadari kesalahan tersebut ketika diturunkan di pinggir jalan tol, tepatnya di bawah jembatan layang yang menjadi perbatasan antara ruas Tol Cipali dan Palikanci.
Bripka Andi Setiawan, anggota PJR Tol Palimanan-Kanci yang pertama kali menerima laporan, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Rabu (26/3) malam. "Ibu itu datang ke pos polisi dalam keadaan bingung dan meminta bantuan," ujarnya. Menurut penuturan Asri kepada polisi, ia dan anaknya diturunkan di lokasi tersebut karena tertidur dan tidak menyadari bahwa bus telah melewati pemberhentian mereka.
Sempat ditawari tumpangan oleh tukang ojek, Asri terpaksa menolak karena keterbatasan biaya. Kerinduan untuk pulang kampung setelah delapan tahun tidak mudik mendorongnya untuk meminta bantuan polisi. "Dia bilang, 'Pak polisi, tolong saya, saya sudah 8 tahun tidak pulang,'" ungkap Bripka Andi menirukan permohonan Asri. Tergerak oleh kisah pilu tersebut, petugas PJR memutuskan untuk membantu ibu dan anak tersebut.
"Saat itu sudah pukul 22.00 WIB, tidak ada lagi angkutan Elf yang beroperasi. Kami kasihan melihat kondisinya, apalagi dia membawa anak kecil," lanjut Bripka Andi. Akhirnya, dengan menggunakan mobil patroli, petugas PJR mengantarkan Asri dan putranya langsung ke kampung halaman mereka di Jatiwangi. Perjalanan yang semula diwarnai kekhawatiran dan kebingungan, berakhir dengan kelegaan dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh pihak kepolisian.
Kisah Asri dan putranya menjadi pengingat bagi para pemudik untuk selalu waspada dan memastikan tidak terlewat titik pemberhentian yang telah ditentukan. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan sisi humanis dari aparat kepolisian yang sigap membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di momen-momen penting seperti arus mudik Lebaran.
Pelajaran Penting:
- Selalu perhatikan rute dan titik pemberhentian selama perjalanan mudik.
- Jangan ragu meminta bantuan kepada petugas kepolisian atau petugas mudik lainnya jika mengalami kesulitan.
- Pastikan membawa perbekalan yang cukup, termasuk uang tunai, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.
Kisah ini juga menjadi viral di media sosial, menuai simpati dari warganet yang mengapresiasi tindakan cepat dan tanggap dari pihak kepolisian. Banyak yang berharap agar kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi petugas lainnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang tengah berjuang untuk bertemu dengan keluarga tercinta di kampung halaman.