Dedi Mulyadi Berdayakan Eks Karyawan Hibisc Puncak Melalui Program Penghijauan

Puncak, Bogor - Mantan karyawan tempat wisata Hibisc Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini memiliki harapan baru. Alih-alih terjerumus dalam pengangguran pasca penutupan tempat wisata tersebut, mereka diberdayakan dalam sebuah program penghijauan yang digagas oleh tokoh masyarakat Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program ini bertujuan untuk memulihkan fungsi resapan air di kawasan Puncak yang vital bagi keseimbangan ekosistem.

Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosialnya mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya program ini. Ia menyatakan bahwa para mantan karyawan Hibisc Puncak kini memiliki tugas mulia, yaitu menanam dan merawat pohon di kampung halaman mereka.

"Mereka sekarang sudah menanam pohon. Setelah ini tak jadi pengangguran, tugasnya ngurus tangkal di lembur sorangan (mengurus pohon di kampung sendiri)," ujarnya.

Inisiatif ini bukan sekadar memberikan pekerjaan bagi mereka yang terdampak penutupan Hibisc Puncak. Lebih dari itu, program penghijauan ini merupakan upaya konkret untuk mengembalikan kejayaan Puncak sebagai kawasan resapan air yang alami dan lestari. Dedi Mulyadi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam di Puncak demi kesejahteraan masyarakat.

"Gunung awian, lengkob balongan, lebak sawahan, leuweung hejo, rakyat ngejo," demikian ungkapan Dedi Mulyadi menggambarkan idealnya kondisi Puncak yang hijau, subur, dan memberikan kemakmuran bagi masyarakatnya.

Ia secara khusus meminta para pekerja yang terlibat dalam program ini untuk menanami pohon di seluruh lahan bekas Hibisc Puncak dan area lain yang strategis sebagai kawasan resapan air. Langkah ini merupakan bagian dari visinya untuk mengembalikan Puncak kepada masyarakat, menjadikannya kembali sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

"Kita kembalikan puncak milik kita, Puncak nu urang (punya kita). Sabab urang anak, incu, putuna (karena kita adalah keturunan asli Puncak)," tegas Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan Puncak.

Dedi Mulyadi meyakini bahwa hutan adalah warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan. Ia mengingatkan bahwa kerusakan hutan akan berdampak buruk bagi generasi penerus.

"(Hutan) Harus terjaga sampai anak cucu kita ke depan," pesannya.

Dengan nada serius, Dedi Mulyadi memperingatkan siapa pun yang berniat merusak alam Puncak demi kepentingan pribadi. Ia meyakini bahwa tindakan merusak lingkungan akan membawa dampak negatif bagi kehidupan mereka dan keturunannya. Program penghijauan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam bagi keberlangsungan hidup manusia. Berikut poin penting dari program ini:

  • Pemberdayaan mantan karyawan Hibisc Puncak melalui program penghijauan.
  • Pemulihan fungsi resapan air di kawasan Puncak.
  • Penanaman pohon di lahan bekas Hibisc Puncak dan area resapan air lainnya.
  • Mengembalikan Puncak sebagai warisan berharga bagi masyarakat.
  • Menjaga kelestarian hutan sebagai peninggalan leluhur.
  • Peringatan bagi perusak alam Puncak.