Gubernur Maluku Utara Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Pembangunan Daerah: Bukan Aksi Simsalabim
Gubernur Maluku Utara Serukan Kolaborasi untuk Capai Pembangunan Berkelanjutan
Ternate, Maluku Utara - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, baru-baru ini menyampaikan pesan penting mengenai pendekatan pembangunan di wilayahnya. Dalam pernyataannya, gubernur menekankan bahwa pembangunan Maluku Utara membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak, bukan hanya mengandalkan satu sosok atau tindakan instan.
"Saya bukan tukang sulap yang bisa mengubah segalanya dalam sekejap," ujar Gubernur Sherly dalam sebuah pertemuan di Ternate, Rabu (26/3/2025). "Pembangunan membutuhkan proses, perencanaan matang, dan yang terpenting adalah kerja sama dari semua elemen masyarakat."
Gubernur Sherly, yang baru menjabat selama 20 hari dari program 100 hari kerja, mengungkapkan bahwa fokus utama pemerintahannya adalah:
- Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik: Pembenahan sistem pelayanan di berbagai sektor, termasuk kesehatan dan pendidikan.
- Pengembangan Infrastruktur: Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan untuk mendukung aksesibilitas dan kualitas layanan.
- Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Nelayan: Implementasi program-program yang berorientasi pada peningkatan pendapatan dan taraf hidup para petani dan nelayan sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Prioritas program 100 hari kerja ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan visi besar Gubernur Sherly dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe untuk menjadikan Maluku Utara sebagai provinsi yang lebih sejahtera dan maju, serta mampu bersaing dengan provinsi lain di Indonesia. Meskipun Maluku Utara memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, gubernur mengakui bahwa masih banyak tantangan yang perlu diatasi.
"Kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi kita juga menghadapi masalah kemiskinan dan ketimpangan," kata Gubernur Sherly. "Oleh karena itu, kita perlu bekerja keras dan cerdas untuk mengelola potensi ini secara optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat."
Gubernur Sherly juga menyampaikan bahwa pemerintahannya telah menyusun rencana kerja jangka panjang selama lima tahun ke depan. Rencana ini akan dijabarkan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan riil masyarakat Maluku Utara. Keterbukaan dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam menjalankan pemerintahan.
"Saya membuka diri terhadap kritik dan saran yang konstruktif," tegas Gubernur Sherly. "Media memiliki peran penting dalam mengawal jalannya pemerintahan dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Namun, saya tidak akan menanggapi opini, rumor, atau fitnah yang tidak berdasarkan fakta."
Dengan semangat kolaborasi dan kerja keras, Gubernur Sherly Tjoanda mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara untuk bersama-sama membangun daerah dan mewujudkan cita-cita kesejahteraan dan kemajuan yang diidamkan.