Satpam Pelabuhan Tanjung Kalian Jadi Korban Penusukan Usai Tegur Remaja Pengganggu Sahur

Satpam Pelabuhan Tanjung Kalian Jadi Korban Penusukan Akibat Teguran 'Mimi Peri'

Insiden penusukan menimpa seorang petugas keamanan (satpam) di Pelabuhan ASDP Tanjung Kalian, Mentok, Bangka Barat, pada dini hari saat umat Muslim tengah bersiap untuk sahur. Yoggie Wahyudi (24), nama satpam tersebut, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka tusuk serius di bagian tangan dan paha. Pemicu serangan ini diduga kuat adalah teguran yang diberikan korban terhadap seorang remaja yang membangunkan sahur dengan cara yang dianggap mengganggu.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di sekitar area Musala Tanjung Kalian. Saat itu, Yoggie mendapati seorang remaja, yang kemudian diketahui berinisial R (15), menggunakan pengeras suara musala untuk membangunkan sahur dengan memutar suara atau video yang dikenal dengan sebutan 'mimi peri'. Merasa terganggu dengan aksi tersebut, Yoggie menegur remaja tersebut.

Tak terima dengan teguran yang diberikan, remaja tersebut diduga naik pitam dan melakukan penusukan terhadap korban. Akibat serangan mendadak tersebut, Yoggie mengalami luka tusuk sebanyak dua kali di paha kiri, satu tusukan di lengan kiri, dan satu tusukan di tangan kanan. Usai kejadian, pelaku melarikan diri, sementara korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Tindak Lanjut Kepolisian

Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Fajar Riansyah Pratama, membenarkan adanya kejadian penusukan tersebut. Pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Keluarga korban baru melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian pada siang hari setelah kejadian.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif untuk menangkap pelaku penusukan. Identitas pelaku telah dikantongi dan petugas tengah melakukan pengejaran. Motif sementara yang terungkap adalah pelaku merasa tersinggung dan tidak terima ditegur oleh korban.

"Motifnya terduga pelaku tidak terima ditegur oleh korban, saat sedang membangunkan orang sahur menggunakan suara atau video 'mimi peri' memakai toa musala ASDP," jelas AKP Fajar Riansyah Pratama.

Kasus penusukan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. AKP Fajar Riansyah Pratama menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Daftar Luka Korban

  • Dua luka tusuk di paha kiri
  • Satu luka tusuk di lengan kiri
  • Satu luka tusuk di tangan kanan

Upaya Hukum

Polres Bangka Barat terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pelaku untuk segera melaporkan ke pihak berwajib. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati orang lain, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.