Studi UNESCO: Program Makanan Bergizi di Sekolah Dorong Peningkatan Partisipasi dan Prestasi Siswa
Studi UNESCO: Investasi Makanan Bergizi di Sekolah Tingkatkan Kehadiran dan Hasil Belajar Siswa
Program makanan bergizi di sekolah, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan prestasi siswa, mendapatkan sorotan dari laporan terbaru UNESCO berjudul "Education and nutrition: learn eat well" yang dirilis pada tahun 2025. Laporan ini menyoroti dampak positif program makanan bergizi di sekolah terhadap kehadiran siswa, hasil belajar, dan kesehatan secara keseluruhan, berdasarkan data dari tahun 2017 hingga 2024.
Manfaat Program Makanan Bergizi di Sekolah
Laporan UNESCO secara komprehensif mengulas manfaat program makanan bergizi di sekolah di berbagai negara. Berikut adalah beberapa poin penting yang diangkat:
- Meningkatkan Kehadiran dan Hasil Belajar: Akses universal terhadap makanan bergizi di sekolah secara signifikan meningkatkan kehadiran siswa di kelas dan hasil belajar mereka. Investasi sebesar USD100 per anak dalam program makanan sekolah di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dapat meningkatkan kualitas sekolah hingga setengah tahun dan prestasi matematika serta membaca hingga 0,20 standar deviasi.
- Mengurangi Dampak Malnutrisi: Program makanan bergizi yang ditargetkan secara efektif mengurangi dampak malnutrisi pada anak-anak. Studi di India menunjukkan bahwa anak-anak yang menerima suplemen protein-energi yang seimbang memiliki kemungkinan 9% lebih besar untuk menyelesaikan sekolah menengah dan 11% lebih besar untuk menyelesaikan universitas.
- Mengubah Kebiasaan Makan dan Gaya Hidup: Program makanan bergizi di sekolah dapat mengubah kebiasaan makan dan gaya hidup anak-anak. Analisis di beberapa negara menunjukkan bahwa anak-anak yang pulih dari stunting pada usia 8 tahun memiliki penguasaan yang lebih baik dalam matematika, pemahaman membaca, dan kosa kata.
Sebuah tinjauan sistematis Cochrane terhadap 38 penelitian di 25 negara menyimpulkan bahwa makanan bergizi di sekolah untuk anak-anak miskin di negara-negara berpendapatan rendah meningkatkan angka partisipasi sekolah sekitar 3% dan nilai prestasi matematika sebesar 14%. Namun, pengaruh pada nilai prestasi membaca relatif kecil.
Makanan bergizi di sekolah terbukti lebih efektif dibandingkan intervensi lain dalam meningkatkan hasil pendidikan. Program pemberian makanan di sekolah dasar menjadi salah satu dari sedikit intervensi pendidikan yang berhasil meningkatkan partisipasi dan pembelajaran, terutama di daerah dengan kerawanan pangan tinggi dan akses rendah ke sekolah.
Tantangan dan Kekurangan
Laporan UNESCO juga menyoroti tantangan dan kekurangan dalam pelaksanaan program makanan bergizi di sekolah, terutama di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Kekurangan pendanaan dari sumber daya dalam negeri menjadi masalah utama, membebani masyarakat yang sudah terbebani dengan biaya makanan sekolah dan kontribusi dalam bentuk barang.
Analisis terhadap kebijakan makanan sekolah di 51 negara berpendapatan rendah dan menengah menunjukkan bahwa meskipun beberapa negara memiliki kerangka kebijakan nasional yang sudah lama ada, mereka cenderung lemah dalam rancangan program, implementasi, dan kecukupan keuangan. Penyaluran dana dari pemerintah federal ke negara bagian seringkali lambat, menghambat efektivitas program.
Implikasi untuk Indonesia
Program makanan bergizi gratis (MBG) yang baru dimulai di Indonesia pada Januari 2025 dapat mengambil pelajaran berharga dari temuan laporan UNESCO ini. Data dari berbagai negara menunjukkan bahwa program makanan bergizi di sekolah memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia.
Studi di Indonesia menunjukkan bahwa pendidikan nutrisi interaktif dan kesehatan reproduksi dalam kelompok kecil dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu hamil. Selain itu, kampanye media sosial yang mempromosikan pola makan sehat kepada remaja perempuan di perkotaan Indonesia dapat meningkatkan kesadaran akan pola makan sehat.
Untuk mencapai tujuan MBG di Indonesia, yaitu mencukupi kebutuhan gizi siswa, meningkatkan prestasi akademik, dan meningkatkan kesehatan, pemerintah perlu memastikan pendanaan yang cukup, desain program yang efektif, dan implementasi yang tepat sasaran. Selain itu, penting untuk melibatkan ahli gizi dan profesional kesehatan lainnya dalam perencanaan dan pelaksanaan program.
Kesimpulan
Laporan UNESCO 2025 menegaskan pentingnya program makanan bergizi di sekolah sebagai investasi strategis dalam pendidikan dan kesehatan anak-anak. Dengan mengatasi tantangan dan memaksimalkan potensi program ini, Indonesia dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.