Jadwal Imsakiyah Ramadhan: Waktu Berbuka Puasa untuk Denpasar dan Seluruh Bali, 26 Maret 2025

Penentuan Waktu Berbuka Puasa di Denpasar dan Wilayah Bali pada 26 Ramadhan 1446 H

Umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, yang merupakan bulan suci dalam agama Islam. Menjelang akhir bulan Ramadhan, umat Muslim di Bali, khususnya di Denpasar, semakin antusias menantikan waktu berbuka puasa. Ketepatan waktu berbuka puasa menjadi esensial agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan sempurna.

Pada tanggal 26 Ramadhan 1446 Hijriah, yang bertepatan dengan tanggal 26 Maret 2025, umat Islam di Denpasar dan sekitarnya akan mengakhiri ibadah puasa mereka pada waktu yang telah ditentukan. Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) telah merilis jadwal imsakiyah yang mencakup waktu-waktu penting selama bulan Ramadhan, termasuk waktu imsak, salat, dan berbuka puasa.

Berikut adalah jadwal berbuka puasa untuk Kota Denpasar dan kabupaten lainnya di Bali pada tanggal 26 Maret 2025:

  • Kota Denpasar:
    • Maghrib: 18:30 WITA
    • Isya: 19:39 WITA
  • Kabupaten Badung:
    • Maghrib: 18:31 WITA
    • Isya: 19:39 WITA
  • Kabupaten Bangli:
    • Maghrib: 18:30 WITA
    • Isya: 19:39 WITA
  • Kabupaten Buleleng:
    • Maghrib: 18:31 WITA
    • Isya: 19:40 WITA
  • Kabupaten Gianyar:
    • Maghrib: 18:30 WITA
    • Isya: 19:39 WITA
  • Kabupaten Jembrana:
    • Maghrib: 18:33 WITA
    • Isya: 19:42 WITA
  • Kabupaten Karangasem:
    • Maghrib: 18:29 WITA
    • Isya: 19:28 WITA
  • Kabupaten Klungkung:
    • Maghrib: 18:30 WITA
    • Isya: 19:38 WITA
  • Kabupaten Tabanan:
    • Maghrib: 18:31 WITA
    • Isya: 19:39 WITA

Doa Berbuka Puasa: Amalan Sunnah yang Dianjurkan

Selain menantikan waktu yang tepat, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa ketika berbuka puasa. Doa ini merupakan ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan selama menjalankan ibadah puasa. Ada beberapa versi doa berbuka puasa yang umum diamalkan, di antaranya:

  1. Doa Riwayat Abu Daud:

    ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

    Artinya: "Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah."

  2. Doa Riwayat Bukhari dan Muslim:

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih."

Ustadz Adi Hidayat menyarankan untuk menggabungkan kedua doa tersebut. Doa Dzahabazh zhoma'u dibaca sebagai pembuka, kemudian dilanjutkan dengan doa Allahumma laka shumtu. Dengan mengamalkan doa-doa ini, diharapkan ibadah puasa yang dijalankan semakin berkah dan diterima oleh Allah SWT.