Indonesia Klaim Harga Telur Ayam Termurah Global di Tengah Krisis Pangan Internasional

Indonesia Klaim Harga Telur Ayam Termurah Global di Tengah Krisis Pangan Internasional

Di tengah kekhawatiran global akan lonjakan harga telur ayam akibat wabah flu burung, Indonesia mengklaim memiliki harga telur ayam termurah di dunia. Klaim ini ditegaskan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menyebut harga telur ayam di Indonesia saat ini sekitar US$ 1,5 per kilogram atau setara dengan Rp 24.750 per kilogram.

Klaim tersebut didukung data perbandingan harga telur ayam di berbagai negara yang dihimpun oleh Kementerian Pertanian. Data tersebut menunjukkan harga telur ayam di negara-negara seperti Singapura, Amerika Serikat, Prancis, Australia, Swiss, dan Selandia Baru jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Harga di negara-negara tersebut berkisar antara US$ 3,24 hingga US$ 6,85 per butir.

Berikut adalah daftar harga telur ayam di beberapa negara:

  • Singapura: US$ 3,24 (Rp 53.687)
  • Amerika Serikat: US$ 4,11 (Rp 68.103)
  • Prancis: US$ 4,08 (Rp 67.606)
  • Australia: US$ 4,13 (Rp 68.428)
  • Swiss: US$ 6,85 (Rp 113.534)
  • Selandia Baru: US$ 6,22 (Rp 103.063)

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Moch. Arief Cahyono, menjelaskan bahwa tingginya harga telur ayam di beberapa negara tersebut disebabkan oleh wabah flu burung yang telah mengurangi populasi ayam petelur secara signifikan. Sementara itu, Indonesia justru mengalami surplus produksi telur ayam nasional.

Menurut proyeksi neraca pangan 2025 dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), produksi telur ayam ras di Indonesia mencapai 6,4 juta ton, sementara kebutuhan bulanan hanya sekitar 518 ribu ton. Surplus ini, menurut Arief, menunjukkan kapasitas produksi yang kuat dan memungkinkan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga telur di dalam negeri. Harga telur ayam ras nasional saat ini berada di angka Rp 29.475/kg, dan bahkan lebih rendah di DKI Jakarta, yaitu Rp 27.688/kg.

Kementan juga menyoroti keberhasilan dalam menjaga stabilitas ketersediaan bahan baku pakan ternak, terutama jagung. Melalui berbagai program seperti pengembangan sentra jagung, optimasi distribusi pakan, dan pemanfaatan bahan baku alternatif, pemerintah berhasil memastikan pasokan pakan yang cukup untuk peternak.

Surplus produksi telur ayam ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk melakukan ekspor ke negara-negara yang mengalami kekurangan pasokan. Kementan bahkan berencana untuk mengekspor telur ayam ke Amerika Serikat sebanyak 1,6 juta butir setiap bulan.

Meskipun demikian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memenuhi kebutuhan telur ayam dalam negeri, terutama untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia melalui pemberian makanan bergizi yang salah satunya mengandung telur.

Fenomena tingginya harga telur di berbagai negara, yang disebut sebagai eggflation oleh Arief, menjadi perhatian serius bagi pemerintah Indonesia. Kementan berupaya untuk terus menjaga stabilitas produksi dan harga telur di dalam negeri agar tidak memberatkan masyarakat dan tetap menguntungkan peternak. Dengan surplus produksi dan ketersediaan pakan yang terjaga, Indonesia optimis dapat terus mempertahankan harga telur ayam yang terjangkau dan bahkan menjadi pengekspor telur di masa depan.