Harapan Hidup di Indonesia Tertinggal: Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini Kanker Jadi Kunci
Harapan Hidup di Indonesia Tertinggal: Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini Kanker Jadi Kunci
Angka harapan hidup (AHH) di Indonesia menjadi sorotan, dengan data yang menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada tahun 2022 menunjukkan bahwa terdapat 136 kasus kanker per 100.000 penduduk. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024 mencatat AHH penduduk Indonesia adalah 72,39 tahun.
Caroline Riady, Chief Executive Officer PT Siloam International Hospitals, menyoroti kesenjangan ini, dengan membandingkan AHH Indonesia dengan negara-negara lain di Asia. Dalam acara Press Conference dan Buka Puasa bersama Siloam Hospitals yang diadakan di Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2025), ia menyampaikan data yang menunjukkan bahwa Malaysia memiliki AHH 76 tahun, Cina 78 tahun, Filipina 72 tahun, dan Jepang mencapai 84 tahun.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harapan Hidup
Caroline Riady menjelaskan bahwa perbedaan AHH ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pola hidup sehat. Negara-negara dengan AHH tinggi umumnya memiliki budaya hidup sehat yang kuat, seperti kebiasaan berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi.
Namun, ia menekankan bahwa pola hidup sehat bukanlah satu-satunya faktor penentu, terutama dalam kasus penyakit kanker. Meskipun pola hidup yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik, kanker dapat menyerang siapa saja tanpa memandang gaya hidup.
Deteksi Dini Kanker Sebagai Strategi Utama
Menyadari kompleksitas penyakit kanker, Caroline Riady menekankan pentingnya deteksi dini melalui skrining rutin. Ia menyatakan bahwa skrining adalah cara paling efektif untuk meningkatkan peluang hidup dan mencegah kanker berkembang ke stadium lanjut.
"Kalau cancer, satu-satunya cara adalah screening," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun pola hidup sehat tetap penting untuk mengurangi risiko berbagai penyakit, skrining kanker harus menjadi prioritas utama.
Rekomendasi untuk Meningkatkan Harapan Hidup di Indonesia
Untuk meningkatkan harapan hidup di Indonesia, Caroline Riady merekomendasikan dua langkah utama:
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat: Masyarakat perlu diedukasi tentang manfaat olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
- Meningkatkan akses dan partisipasi dalam program skrining kanker: Pemerintah dan fasilitas kesehatan perlu bekerja sama untuk menyediakan layanan skrining kanker yang terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Kampanye edukasi juga perlu digencarkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker.
Dengan mengkombinasikan pola hidup sehat dan deteksi dini kanker, diharapkan angka harapan hidup di Indonesia dapat meningkat secara signifikan dan mendekati atau bahkan melampaui negara-negara tetangga.