Api Lahap Empat Ruko di Serpong Utara, Petasan Diduga Jadi Pemicu

Kebakaran Hebat Landa Kawasan Serpong Utara, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Tangerang Selatan, Banten - Empat unit rumah toko (ruko) di Jalan Raya Serpong Pakulonan, Kampung Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan dilanda kebakaran hebat pada Senin malam (24/3/2025). Insiden yang meluluhlantakkan sejumlah barang berharga ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas bermain petasan oleh anak-anak.

Menurut keterangan Komandan Pleton (Danton) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangerang Selatan, Sahroni, pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran tersebut pada pukul 22:35 WIB. Tim pemadam kebakaran segera merespon laporan tersebut dan tiba di lokasi kejadian dalam waktu singkat, sekitar pukul 22:45 WIB.

"Kami segera mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran beserta 40 personel untuk memadamkan api," ujar Sahroni kepada wartawan, Selasa (25/3/2025). Upaya pemadaman berlangsung intensif dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23:50 WIB. Meski demikian, kobaran api telah menyebabkan kerusakan parah pada keempat ruko tersebut.

Dampak Kebakaran

Kebakaran ini berdampak signifikan terhadap para pemilik ruko dan bisnis mereka. Berikut rincian kerugian yang dialami:

  • Ruko Perabotan: Hampir seluruh stok perabotan rumah tangga ludes dilalap api, mengakibatkan kerugian besar bagi pemilik usaha.
  • Agen Gas: Sebanyak 20 tabung gas elpiji ikut terbakar, menimbulkan potensi bahaya ledakan yang berhasil diatasi oleh petugas pemadam kebakaran.
  • Warung Pecel Lele: Peralatan dapur dan perlengkapan warung pecel lele hangus tak tersisa, memaksa pemilik warung untuk menghentikan aktivitas bisnisnya sementara waktu.
  • Penjual Terpal: Stok terpal dagangan juga menjadi korban keganasan api, menyebabkan kerugian materi yang cukup besar.

Selain kerugian materi, beberapa kendaraan bermotor yang berada di sekitar lokasi kejadian juga ikut terbakar.

Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Mencapai Ratusan Juta

Syukurlah, dalam insiden kebakaran ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp 300 juta. Pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, meskipun dugaan sementara mengarah pada aktivitas bermain petasan oleh anak-anak.

Saat ini, kondisi di lokasi kebakaran telah dinyatakan aman dan terkendali. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka dan mencegah mereka bermain petasan, terutama di lingkungan padat penduduk dan area yang mudah terbakar.