Teladan Abadi: Kisah Kedermawanan Mat Solar Menginspirasi Generasi
Teladan Abadi: Kisah Kedermawanan Mat Solar Menginspirasi Generasi
Kepergian komedian dan aktor senior Nasrullah, yang lebih dikenal dengan nama panggung Mat Solar, meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan tanah air. Namun, di balik kesedihan itu, terukir sebuah warisan abadi yang tak ternilai harganya: kedermawanan dan kebaikan hati yang tulus.
Mat Solar, yang menghembuskan nafas terakhir setelah berjuang melawan stroke sejak tahun 2017, dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan selalu berusaha untuk tidak merepotkan orang lain. Kisah-kisah tentang kebaikannya terus mengalir, bahkan setelah ia tiada. Salah satu cerita yang paling mengharukan adalah tentang bagaimana ia memberangkatkan puluhan tetangganya untuk menunaikan ibadah umrah.
"Ayah membelikan ambulans untuk lingkungan rumah dan memberangkatkan sekitar 30-40 orang umrah setiap tahun," ungkap Haidar, putra bungsu Mat Solar, dalam sebuah acara televisi. Haidar mendengar cerita ini dari kakaknya, dan ia tidak pernah mempertanyakan alasan di balik kedermawanan ayahnya. "Itu sudah menjadi hak ayah," ujarnya.
Kedermawanan yang Tulus dari Hati
Mat Solar menggunakan uang pribadinya untuk memberangkatkan para tetangga umrah. Pemilihan tetangga yang akan diberangkatkan pun dilakukan secara acak. Namun, kegiatan mulia ini terpaksa terhenti setelah Mat Solar jatuh sakit. Prioritas kemudian dialihkan sepenuhnya untuk pengobatan sang aktor.
"Semua biaya pengobatan ayah berasal dari uang pribadinya," jelas Haidar. "Ayah pintar mengelola uang. Hasil kerjanya diinvestasikan dalam bentuk tanah dan perumahan, bukan untuk hal-hal yang bersifat foya-foya. Mobil pun hanya yang fungsional saja."
Selama masa sakitnya, Mat Solar juga tidak ingin merepotkan keluarganya. Ia tidak pernah membuka donasi dan semua asetnya tetap utuh, kecuali mobil yang dijual untuk diganti dengan yang lebih sesuai dengan kondisinya.
"Ayah adalah sosok yang tegas dan tidak memanjakan anak-anaknya secara berlebihan," kenang Haidar.
Kebaikan yang Melampaui Batas
Kisah kebaikan Mat Solar tidak hanya dirasakan oleh keluarga dan tetangganya. Rekan-rekan seprofesinya di sinetron Bajaj Bajuri, seperti Fanny Fadillah (Ucup), Said Bajuri, Saleh Ali Bawazier, dan Leslie Sulistiowati (Mpok Minah), juga menjadi saksi kedermawanannya.
Fanny Fadillah menceritakan bagaimana Mat Solar sangat peduli terhadap kru sinetron. "Kadang kru bilang ingin refreshing setelah 3-4 bulan syuting setiap hari. Ayah (Mat Solar) akan bilang, 'Ya sudah, pesan bus dan villa'. Kita pergi ke Anyer, Yogya. Kalaupun ayah tidak ikut, dia yang memfasilitasi," ungkap Fanny.
Mat Solar seringkali menjadi donatur untuk acara refreshing kru, meskipun ia sendiri tidak ikut serta, terutama jika perjalanannya ke luar kota dan berlangsung lebih dari dua atau tiga hari. Kedermawanannya ini menunjukkan betapa ia menghargai kerja keras dan dedikasi orang-orang di sekitarnya.
Kisah Mat Solar adalah inspirasi bagi kita semua untuk selalu berbuat baik dan berbagi dengan sesama. Warisan kedermawanannya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.