Keyakinan dan Karier: Dango Ouattara, Pesepakbola Muslim yang Menginspirasi di Bournemouth
Keyakinan dan Karier: Dango Ouattara, Pesepakbola Muslim yang Menginspirasi di Bournemouth
Dango Ouattara, winger lincah yang membela Bournemouth, bukan hanya dikenal karena kemampuannya mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Lebih dari itu, ia adalah figur inspiratif yang memegang teguh keyakinan Islamnya di tengah gemerlap dunia sepak bola profesional. Kisah Ouattara menjadi cerminan bagaimana agama dapat menjadi sumber kekuatan dan ketenangan, bahkan di lingkungan yang penuh tekanan.
Dalam wawancara eksklusif dengan BBC Sport Africa, Ouattara membuka diri tentang peran penting Islam dalam kehidupannya. Baginya, Islam bukan sekadar ritual ibadah, melainkan kompas moral yang membimbingnya dalam setiap aspek kehidupan, baik di dalam maupun di luar lapangan. "(Islam) mengajak kita untuk fokus pada diri sendiri, merefleksikan perbuatan baik dan buruk," tuturnya, saat ditemui di sebuah masjid di Poole, kota yang terletak tak jauh dari Bournemouth.
Lebih lanjut, pemain internasional Burkina Faso ini menjelaskan bahwa Islam mengajarkan tentang perbaikan diri dan kontribusi positif bagi masyarakat. Iman, menurutnya, memberikan kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan, menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. "Iman membantu saya bersikap tenang dalam kehidupan sehari-hari, baik di lapangan, bersama teman-teman, atau bahkan dengan keluarga," ungkapnya.
Adaptasi di lingkungan baru, seperti yang dialami Ouattara saat pertama kali bergabung dengan Bournemouth pada awal 2023, tentu bukan perkara mudah. Namun, ia menemukan cara unik untuk mengatasi tantangan tersebut: mencari komunitas Muslim terdekat. Dengan bantuan agennya, Ouattara menemukan sebuah masjid yang kemudian menjadi tempatnya kembali ke rutinitas ibadah dan menemukan rasa memiliki. "Saat saya datang ke masjid, semuanya berjalan baik, termasuk di sepak bola. Saya menemukan diri saya kembali di lingkungan yang saya tinggalkan di Lorient," kenangnya.
Keberadaan komunitas Muslim, menurut Ouattara, sangat penting untuk menjaga fokus pada agama dan menghindari perasaan kesepian di perantauan. Salat berjamaah dan interaksi dengan sesama Muslim memberikan dukungan moral dan spiritual yang tak ternilai harganya. "Memiliki komunitas menunjukkan bahwa Anda tidak sendirian. Anda memiliki kesempatan untuk salat bersama orang lain, mengenal orang baru. Itu membuat kami tetap fokus pada agama," jelasnya.
Meski menjadi satu-satunya pemain Muslim di Bournemouth saat ini, Ouattara mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dukungan dari rekan setim dan staf klub sangat membantu kelancaran ibadahnya. "Saya tidak akan bilang Ramadan itu sulit, ini lebih ke urusan mental. Masalahnya hanya kurang air. Mengingat Anda juga harus bangun pada waktu yang tidak biasa untuk sahur, itu lebih melelahkan," ujarnya.
Klub, kata Ouattara, memberikan fasilitas yang memadai untuk mendukungnya berpuasa. Setiap hari, ia bangun sebelum subuh untuk bersantap sahur yang telah disiapkan oleh koki klub. Setelah salat subuh, ia menyempatkan diri untuk tidur sejenak sebelum memulai aktivitas latihan. Istirahat yang cukup, didukung oleh pengertian dan semangat dari seluruh tim, membantunya menjaga performa di lapangan.
"Semua orang bertanya ke saya 'Bagaimana perasaanmu? Apakah berjalan dengan baik? Apakah tidak terlalu sulit?' Mereka memahami saya dan menyemangati saya," kata Ouattara, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang ia terima.
Musim ini, Ouattara telah mencatatkan sembilan gol dari 30 penampilannya di berbagai kompetisi bersama Bournemouth. Penampilannya yang impresif turut membantu timnya bersaing di papan tengah Liga Inggris. Lebih dari sekadar statistik, kisah Ouattara adalah tentang bagaimana keyakinan dan kerja keras dapat berjalan beriringan, menginspirasi banyak orang untuk meraih impian dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan kemanusiaan.
Berikut adalah poin-poin penting dari dukungan klub kepada Ouattara selama bulan Ramadhan:
- Klub menyediakan makanan sahur yang disiapkan oleh koki khusus.
- Rekan setim dan staf klub menunjukkan pengertian dan dukungan penuh.
- Ouattara diberikan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri setelah latihan.